Kisah tragis datangnya dari seorang bocah usia 5 tahun yang meninggal
saat tidur siang di sebuah Taman Kanak-kanak. Kasus ini bikin geger,
sebab bocah itu tewas karena makan terlalu banyak! Dihimbau kepada para
orangtua dan guru sekolah agar lebih waspada. Jika nafsu makan anak anda
sangat baik dan banyak makan dihimbau jangan memaksanya untuk segera
tidur!
Begini cerita detailnya:
Suatu pagi, bocah yang baru berusia 5 tahun bernama Iwan (samaran),
sarapan nasi ketan ayam dan segelas susu yang dihidangkan mamanya.
Selesai makan lalu berangkat ke sekolah Taman kanak-kanak. Saat makan
siang di TK, wali kelas Iwan berpesan agar jangan membuang-buang
makanan, harus dimakan sampai habis. Iwan adalah anak yang taat, ia
selalu menjalankan apa pun yang dikatakan gurunya. Saat amakan siang pun
ia makan dengan lahap.

Jam 12:10 waktu setempat, guru TK menyuruh anak-anak tidur siang,
tapi sebelumnya mereka menyanyikan 3 buah lagu anak-anak, setelah itu
mereka disuruh istirahat tidur siang. Tapi guru TK itu melihat Iwan
masih asyik bermain, belum tidur seperti anak-anak lainnya, ia pun
berteriak beberapa kali menyuruh si bocah segera tidur. Tapi Iwan
beralasan masih kenyang, belum/tidak bisa tidur, karena kekenyangan,
namun guru TK berkata pada Iwan bahwa anak-anak harus tidur siang, kalau
tidak, nanti tidak akan tumbuh besar. Akhirnya Iwan pun tertidur dengan
menelungkupkan wajah ke bantalnya.

Jam 14:30, sebagian besar anak-anak sudah bangun dari tidur siangnya,
kemudian kembali ke kelas. Tapi guru TK bernama Lany (samaran) melihat
Iwan masih belum bangun. Ia mengira mungkin karena telat tidur, jadi ia
pun tidak membangunkannya. 20 menit kemudian, guru Lany membangunkan
Iwan, tapi ia agak heran kenapa tidak ada reaksi.
Lalu ia menyentuh dahinya, dan ia terkejut ketika melihat bibir Iwan
menghitam, dan ada kotoran hitam di hidung dan mulutnya. Ia semakin
terkejut melihat Iwan tak bernapas lagi! Dua orang guru TK pun segersa
melarikan Iwan ke rumah sakit, namun malang, bocah itu telah tewas dalam
perjalanan ke rumah sakit.

Menurut diagnosis dokter, Iwan kekenyangan saat makan siang, kemudian
langsung tidur sebelum makanannya dicerna. Akibatnya makanan yang belum
dicerna itu mengalir kembali ke esofagus (kerongkongan), sehingga menghalangi trakea dan
memicu terjadinya kematian. Keterangan dokter itu pun seketika membuat
kaki guru TK si Iwan terkulai lemas. Akhirnya, pihak TK harus
bertanggung jawab atas insiden itu. Sementara guru Lany juga harus
memberi kompensasi dan diberhentikan.
Anak hanya satu, seberat apapun sanksi yang diterima guru TK, dan
sebesar apapun kompensasi yang diterima keluarga korban, tetap saja
nyawa anak itu tidak bisa kembali lagi, dan tak bisa menebus trauma yang
diderita oleh keluarga. Padahal tragedi ini bisa dihindari.
Sebelumnya bocah itu sudah mengatakan kepada guru TK-nya, bahwa ia
kekenyangan belum bisa tidur. Ia pun sempat merengek, tapi guru TK itu
justeru berpikir si bocah beralasan karena masih suka bermain, sehingga
memaksanya untuk tidur dan menyebabkan tragedi ini.
Anak-anak yang makan kekenyangan dan belum/tidak bisa tidur,
sebaiknya jangan dipaksa untuk tidur. Anda bisa mengajaknya ngobrol,
tunggu setelah makanannya dicerna, badan juga terasa nyaman, maka dengan
sendirinya menjadi lebih mudah untuk tertidur.
Lalu, bagaimana mencegah kecelakaan seperti itu?

1.Mendengar pernafasan saat anak tidur siang apakah normal
2. Melihat sikap anak apakah ada gerak-gerik yang tak wajar
3. Menyentuh dahi anak
Penyakit refluks gastroesofageal atau GERD (Gastro Esophageal Reflux Diseases)
adalah kondisi terjadinya aliran balik isi lambung ke kerongkongan dan
menyebabkan gejala yang mengganggu dan atau disertai komplikasi. Tidak
tertutup kemungkinan Anak-anak yang langsung berbaring setelah makan
akan mengalami seperti hal tersebut di atas. Hal itu lebih rentan
menyebabkan penyumbatan pada tenggorokan.

Setelah makan, anak-anak sebaiknya baru dibiarkan tidur satu jam
setelah lambungnya istirahat. Meskipun kasus kematian bocah TK seperti
Iwan ini amat sangat jarang terjadi, tapi lebih baik mencegah, karena
segala bencana yang tak terduga bisa saja terjadi. Dan kejadian ini
patut diwaspadai oleh semua orang tua dan guru. Semoga tragedi seperti
yang menimpa Iwan ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Sumber: Cerpen