Jam 6 pagi waktu setempat di sebuah rumah sakit kedatangan pasien
seorang gadis yang kira-kira berusia 20 tahunan. Wajahnya sangat pucat,
badannya lemas, dan dengan menggunakan segenap tenaga yang tersisa ia
memberitahukan kepada suster gangguan kesehatan yang ia rasakan. Gadis
ini mengatakan kalau terjadi pendarahan pada alat kemaluannya, perutnya
juga sangat sakit.Gadis itu tiba-tiba tergeletak pingsan, dan perawat
pun langsung bergegas memasukkannya ke UGD agar bisa segera mendapatkan
perawatan. Gadis ini kemudian dinyatakan mengalami kehamilan ektopik
atau hamil di luar kandungan (kehamilan yang berkembang di luar rahim).
Dokter pun memutuskan untuk melakukan operasi.
Penyakit ini ternyata merupakan penyakit kandungan yang umum diderita
wanita. Tingkat kemungkinan wanita menderita penyakit ini lumayan
tinggi, yaitu sebesar 2%, dan tidak sedikit wanita yang meninggal karena
menderita kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik sama menyeramkannya
dengan kanker, bahkan lebih menyeramkan lagi. Penyakit ini merupakan
penyakit berbahaya yang akan membuat penderitanya mengalami pendarahan
terus menerus, dan pada akhirnya menyebabkan penurunan fertilitas
(kesuburan), bahkan kematian bagi ibu dan janin.
Karena kehamilan ektopik adalah penyakit yang sangat berbahaya dan
mampu merenggut nyawa seseorang, ketika dokter mengetahui kalau seorang
gadis belia mengidap penyakit ini, dokter merasa sangat terkejut dan
lemas. Para dokter beranggapan kalau proses operasi kehamilan ektopik
itu seperti bom waktu yang bisa meledak kapanpun, salah sedikit saja
ketika melakukan operasi pada gadis ini, maka akan terjadi hal yang
sangat buruk padanya.

Ketika melakukan operasi, dokter menyadari kalau yang dialami gadis
ini tidak sesederhana pasien-pasien yang pernah ditangani sebelumnya.
Kehamilan ektopik gadis ini telah sampai pada kondisi dimana rahim
bagian luar sudah sobek yang disertai dengan pendarahan hebat. Walaupun
sudah menghabiskan waktu di ruang operasi selama 4 jam, gadis ini masih
dalam masa kritis. Untuk menjaga kemungkinan hidup pasien, dokter
memutuskan untuk mengangkat sepasang tuba fallopi ( oviduk atau buluh
rahim) dari gadis ini, yang berarti gadis ini tidak akan bisa hamil lagi
di kemudian hari.
Akhirnya setelah melewati operasi yang panjang, kondisi gadis ini
perlahan-lahan membaik dan ia pun dipindahkan ke ruang perawatan
intensif untuk mendapat perawatan dan observasi lebih lanjut dari
dokter. Pasien ini bernama Xiaoling, merupakan mahasiswi tahun ketiga
yang sejak kecil kurang mendapat kasih sayang dari ayahnya. Xiaoling
akhirnya memiliki pacar yang dia harap akan memberikan kasih sayang dan
perhatian yang selama ini selalu diidam-idamkan olehnya. Xiaoling sangat
mencintai pacarnya dan rela melakukan apapun, karena ia sangat takut
jika harus kehilangan pacarnya.

Tragisnya selama berpacaran dalam waktu 3 tahun ini, pacarnya sudah
membiarkan Xiaoling melakukan aborsi sebanyak 4 kali, dan kali ini
sampai membuat Xiaoling menderita kehamilan ektopik. Tidak aneh kalau
tubuh Xiaoling sekarang menjadi sangat lemah dan rapuh. Kejadian yang
menimpa Xiaoling menimbulkan banyak komentar dari netizen wanita di
Tiongkok. Banyak yang bilang,"Kamu seperti ini karena terlalu
tergila-gila sama pacar kamu, atau karena kamu sebenarnya tidak
menyayangi dan peduli sama badan kamu sendiri?"
Dokter pun menanggapi kalau sekarang ini memang banyak pasangan yang
saling mencintai, tapi tidak menikah. Walaupun mencintai seseorang
sebenarnya adalah hal yang baik dan indah, tapi jangan sampai lupa untuk
menjaga tubuh sendiri. Jangan sampai karena terlalu mencintai seseorang
sampai merusak tubuh sendiri. Jangan sembarangan melakukan tindakan
aborsi atau hal lainnya yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik, kanker
serviks, dan penyakit kandungan mematikan lainnya.
Para wanita di luar sana harus lebih sadar akan bahaya kehamilan
ektopik yang mengintai mereka. Kehamilan ektopik dapat terjadi karena
adanya kelainan pertumbuhan tuba, pernah melakukan operasi tuba, adanya
tumor yang menyebabkan kelainan tuba, mempunyai riwayat kehamilan
ektopik, atau pernah melakukan aborsi. Selain itu, penggunaan alat
kontrasepsi juga bisa meningkatkan resiko seseorang menderita kehamilan
ektopik.
Pengobatan penyakit ini ada dua cara, yaitu dengan obat-obatan atau
operasi. Jika kehamilan ektopik terdeteksi sejak dini, bagian rahim luar
belum robek, dan hanya terjadi pendarahan ringan, maka dengan
mengkonsumsi obat-obatan secara berkala dapat membantu menyembuhkan
penyakit ini. Tapi, jika kehamilan ektopik sudah sampai membuat bagian
rahim luar sobek dan mengalami pendarahan hebat, maka jalan pengobatan
yang harus ditempuh adalah dengan melakukan operasi. Namun, operasi yang
dilakukan juga tergantung pada kondisi pasien, tidak semua operasi
harus mengangkat sepasanag tuba fallopi. Jika kondisi pasien sudah
sangat parah seperti Xiaoling, barulah dokter akan mengangkat sepasang
tuba fallopi yang kita miliki. Jika kedua tuba fallopi diangkat dari
tubuh kita, hal ini akan membuat wanita kehilangan kesempatan untuk
hamil lagi.
Untuk terhindar dari penyakit kandungan seperti ini, para wanita
hendaknya mencintai dan menjaga tubuh sendiri. Kalian bisa memulai dari
hal yang mudah. Pertama, dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Salah
satu cara untuk meningkatkan kemampuan imun kita adalah dengan
mengkonsumsi teh bunga dandelion. Meskipun rasanya pahit, tapi rasa
pahit inilah yang bermanfaat bagi tubuh kita. Bunga dandelion efektif
untuk membunuh mikroba dan jamur yang menyebabkan infeksi dalam tubuh,
sehingga tubuh tidak mudah diserang oleh berbagai penyakit dan dapat
membantu mencegah timbulnya kanker. Selain teh, kalian juga bisa minum
air hasil rendaman air putih dan dandelion untuk meningkatkan kekebalan
tubuh. Bunga dandelion juga dikenal sebagai salah satu tanaman yang
berfungsi sebagai obat herbal yang tidak memiliki efek samping layaknya
obat kimia. Untuk orang yang mempunyai gangguan pada bagian liver atau
perut, bisa mencampurkan bunga mawa ke dalam teh dandelion. Bunga mawar
juga bisa membantu mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri ketika sedang
haid. Fenolat yang terkandung di dalamnya berguna sebagai anti
peradangan yang juga berguna untuk mengurangi resiko penyakit diabetes,
jantung, juga kanker.

Selain bunga-bungaan, jamur juga berguna untuk menghilangkan radang
dan meningkatkan imunitas tubuh terhadap infeksi. Jamur mengandung
banyak antioksidan yang efektif untuk memberikan perlindungan dari
radikal bebas. Jamur juga dapat membantu menyembuhkan borok ataupun luka
berbisul. Kandungan vitamin A, B kompleks dan C pada jamur sangat
bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Lalu ada pula
propolis, senyawa lengket berwarna coklat-kehijauan yang dihasilkan
lebah selain madu. Propolis dipercaya sebagai obat herbal yang mampu
mengobati diabetes, kanker, polip, liver, kista, diare, dan berbagai
penyakit lainnya.
Cara kedua untuk menghindari penyakit kandungan ektopik adalah
kurangi kebiasaan memakai celana yang terlalu ketat. Agar tampil trendy,
banyak wanita suka memakai celana ketat, terutama celana berbahan
jeans. Pakaian pada dasarnya akan selalu menyentuh kulit. Penggunaan
celana ketat akan mudah menyebabkan iritasi kulit, menghambat sirkulasi
udara di daerah kewanitaan, mudah menghasilkan bau yang akhirnya
menyebabkan infeksi jamur dan akan timbul rasa gatal di bagian dalam
vagina. Terlalu sering menggunakan celana ketat jenis apapun akan memicu
sel endometrium (selaput lendir dalam rahim) untuk menjauhi rongga
rahim lalu masuk ke bagian indung telur yang kemudian memicu
terganggunya kesehatan reproduksi.
Ketiga, jangan melakukan hubungan suami istri di usia yang terlalu
muda. Survey membuktikan kalau risiko wanita yang melakukan hubungan
seks dini mengidap kanker serviks meningkat 10x lipat dibandingkan
wanita berusia di atas 25 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia dini,
perubahan sel dalam mulut rahim sedang dalam fase yang sangat aktif.
Ketika sel membelah secara aktif, tidak boleh ada kontak atau rangsangan
dari luar, termasuk masuknya benda asing ke dalam tubuh. Benda seperti
alat kelamin laki-laki dan sel sperma dapat menyebabkan perkembangan sel
menjadi abnormal. Sel abnormal yang terdapat dalam mulut rahim dapat
menyerang alat kandungan yang pada akhirnya berisiko menyebar ke vagina
hingga keluar, dan kemudian mengakibatkan kanker serviks, bahkan
kematian.

Keempat, penyakit kandungan cepat menimbulkan radang dan kompilasi
penyakit lainnya. Oleh sebab itu rutinlah memeriksakan kondisi alat
reproduksi kalian agar terhindar dan mampu mendeteksi secara dini
berbagai macam penyakit kandungan, sehingga bisa mendapatkan penanganan
sesegera mungkin juga.
Sumber: thehealth