Jangan anggap remeh kebersihan! Apalagi jika melibatkan orang yang
sangat rentan atau beresiko memiliki masalah kesehatan. Diri sendirilah
yang bertanggung jawab atas kesehatan diri dan tentunya kita harus peka
terhadap semua polutan yang telah menempel di tubuh kita.
Mungkin bagi sebagian orang dewasa tak mencuci tangan sebelum makan
merupakan hal yang biasa. Setelah seharian menyentuh beragam barang di
luar yang tak diketahui kebersihannya bisa jadi itu hal yang biasa bagi
beberapa orang dewasa dan tentunya dampaknya pun tak akan berbahaya.
Namun beda ceritanya jika itu terjadi pada bayi. Tubuh bayi yang belum
bisa menerima atau kuat terhadap berbagai virus mengharuskan orangtuanya
untuk berhati-hati menjaga kebersihan.

Namun jika kamu berinteraksi dengan seorang bayi banyak yang perlu
diperhatikan, karena mungkin ada pertukaran bakteri, virus, dan infeksi
lain yang mana tubuh bayi itu belum siap dan belum punya sistem
pertahanan bawaan untuk mengahadapinya.
Ternyata hal tersebut bukan isapan jempol belaka, seorang bayi
perempuan tertular virus dan harus dirawat di rumah sakit dalam keadaan
darurat. Bayi perempuan itu terjangkit virus sinsitial pernafasan, dan
juga menderita kasus pneumonia berat, flu tipe H, bronkitis dan
paru-paru kanannya bermasalah.
Alasannya? Sangat sepele, sang ayah memiliki kebersihan yang buruk dan tidak mencuci tangannya saat memegang putrinya.

Bagi seorang gadis yang sangat kecil, hal itu bisa menjadi sangat
fatal, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Untungnya dalam kasus ini,
bayi kecil itu sempat mendapat pertolongan tepat waktu.
Setelah 3 minggu kemudian setelah dirawat di rumah sakit, bayi kecil
itu diperbolehkan pulang, dia bisa bertahan, dan benar-benar pulih.

Jadi, selalu jaga kebersihan, dimanapun kita berada! Ingatlah, bahwa
mencegah lebih baik daripada mengobati, semoga kejadian ini tidak
terjadi di lingkungankita. Semoga bermanfaat…
Sumber: Epoch Times