Kalau kamu suka sama segala hal yang berbau militer, kamu pasti tahu
dong bahwa Indonesia memiliki pasukan elite yang dibentuk untuk fungsi
tertentu dari anggota kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berbeda
dengan pasukan lainnya, pasukan elit dilatih untuk diterjunkan di medan
perang atau daerah yang membutuhkan pengamanan ketat dengan kemampuan
pasukan terbaik. Apa saja pasukan elit yang ada di Indonesia?
1. Denjaka (Detasemen Jala Mangkara)

Denjaka adalah satuan gabungan antara Kopaska dan Taifib Korps
Marinir TNI-AL, sebuah detasemen pasukan khusus angkatan laut. Anggota
pasukan ini harus menyelesaikan pendidikan selama enam bulan yang
disebut Penanggulangan Teror Aspek Laut (PTAL). Setelah lulus, mereka
bisa ditempatkan di mana saja, tapi terutama sebagai pasukan anti-teror
aspek laut. Tugas pokoknya membina kemampuan anti-teror dan
anti-sabotase di laut dan daerah pantai. Kayaknya cocok nih sama komando
ibu menteri kesayangan kita, Susi Pudjiastuti.
2. Yontaifib (Batalyon Intai Amfibi)

Untuk masuk Yontaifib, seorang tentara minimal sudah aktif dinas
selama dua tahun. Seleksinya fisik dan mental. Salah satu yang paling
berat adalah berenang sejauh tiga kilometer dengan posisi tangan dan
kaki diikat. Kalau kita mah udah nangis kali ya. Anggota Yontaifib
nantinya akan punya kesempatan untuk bergabung ke dalam Denjaka yang
sudah disebutkan pada poin pertama tadi.
Tugas Yontaifib adalah membina dan menyediakan kekuatan serta membina
kemampuan unsur-unsur amfibi atau pengintaian darat, juga operasi
khusus pendaratan amfibi, operasi oleh satuan tugas TNI AL maupun
tugas-tugas operasi lainnya. Prajurit marinir dipilih yang fisiknya
prima, menjalani serangkaian tes sesuai standard pasukan khusus. Mereka
harus cepat, akurat, ulet, disiplin dan dituntut selalu berhasil
melaksanakan tugas. Berat kan? Nggak heran jumlahnya kecil dibandingkan
pasukan biasa. Seleksinya aja begitu. Mereka harus bisa berenang,
menyelam, dan berkelahi di bawah air melalui peluncur torpedo kapal
selam.
3. Kopaska (Komando Pasukan Katak)

Meskipun namanya lagi-lagi agak nyeleneh, pasukan ini punya kemampuan
yang nggak boleh dipandang sebelah mata. Sebab, tugas utama mereka
adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah
air, mempersiapkan perebutan pantai dalam sengketa, dan operasi
pendaratan kekuatan amfibi.
Mereka mempunyai semboyan ‘Tan Hana Wighna Tan Sirna” yang artinya
“Tak ada rintangan yang tak dapat diatasi.” Hebat kan? Kopaska juga
bertugas dalam misi pengintaian dan counter-terrorism terutama di
wilayah perairan. Kalau nggak lagi bertugas, mereka juga bisa menjadi
pengawal presiden dan wakil presiden.
4. Kopassus (Komando Pasukan Khusus)

Kalau yang ini pasti udah pada sering denger kan? Kopassus ini
tugasnya benar-benar di wilayah perang atau wilayah pemberontakan.
Mereka bahkan kadang harus menyamar dan berada di antah berantah sampai
waktu yang tidak ditentukan. Seringkali prajurit Kopassus tak dikenali
anak sendiri karena saking lamanya di medan perang. Bagi Kopassus, lebih
baik pulang tinggal nama ketimbang kalah perang. Namanya abdi negara
memang konsekuensinya begitu ya?
Itu dia pasukan elit yang jarang kita ketahui keberadaannya tapi
selalu ada untuk membela kepentingan bangsa dan negara kita tercinta,
Indonesia. Salut!
Sumber: yukepo