CV Pasific Harvest Muncar memberikan penjelasan terkait produknya
yang masuk dalam daftar 27 produk ikan makarel yang ada parasit
cacingnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia BPOM
RI.
Produk tersebut adalah GAGA MD 543910055083 Ikan Makarel Saus Tomat Cabe.
Menurut manager produksi PT Pasific Harvest Ronny Fajar Laksana
kepada Kompas.com, Sabtu (31/3/2018) produk tersebut diproduksi pada
April 2017 dengan menggunakan ikan makarel dari China dan Jepang.

"Setiap pengolahan ada batch semacam nomor produksi dan dalam satu
batch sekitar 700 hingga 2.500 kaleng ukuran 425 gram," jelas Ronny.
Kompas.com diperkenankan untuk masuk ke ruang produksi CV Pasific
Harvest. Puluhan pekerja terlihat membersihkan ikan makarel dengan cara
memotong bagian kepala dan ekor ikan, kemudian dilanjutkan dengan
membersihkan bagian perut ikan.
Setelah itu, ikan melalui proses pembersihan dengan air mengalir.
"Semua pekerja kami wajib menggunakan masker, kaos tangan, penutup
kepala, sepatu dan pakaian khusus. Sudah ada SOP yang jelas," kata
Ronny.
Sebelum proses precooking, ikan masih harus dicek lagi terutama
bagian perut ikan sebelum dimasukkan ke dalam kaleng kemudian ikan
disterilkan dengan suhu 100 derajat selama 15 menit sebelum media
dimasukkan ke dalam kaleng.
"Medianya bisa menggunakan saus tomat atau minyak. Kami menjamin
kecukupan suhu. Tidak ada penyimpangan dalam proses pengelolaan. Ada
proses cek berlapis-lapis," jelasnya.
Proses akhir, ikan yang sudah berada dalam kaleng dimasak dengan suhu
118 derajat selama kurang lebih dua jam disesuaikan dengan ukuran ikan.
Ronny juga menjelaskan, ikan yang diimpor juga harus melalui standar
uji termasuk penelitian apakah mengandung parasit atau tidak.
Ikan tersebut dikarantina oleh otoritas badan karantina ikan,
termasuk nilai sensori yang menunjukkan tidak ada tanda-tanda pembusukan
pada ikan.
"Jika semua sudah oke baru kami proses. Ikan beku kami cairkan
terlebih dahulu. Kami terapkan standar yang cukup tinggi saat pengolahan
karena ini makanan kaleng dan berisiko tinggi," jelas Ronny.
Ia mengaku dari meeting yang ia ikuti, kemungkinan penyebabnya adalah berasal dari ikan makarel yang diimpor.
PT Pasific Harvest sendiri sudah mengekspor ikan sarden kalengan
sejak tahun 2010 untuk wilayah Afrika, Eropa Timur, Asia Tenggara dan
negara di Timur Tengah.
"Hampir 60 persen produk yang kami produksi adalah untuk kebutuhan luar negeri," pungkas Ronny.
Sumber : Line Today