Banyak sekali yang bilang kalau memelihara kucing itu berbahaya karena dapat menyebabkan kemandulan. Apakah benar?
Pertama-tama mari membahasa penyakit toksoplasma yang menyebabkan
keguguran, kemandulan dan membahayakan janin atau membuat bayi lahir
cacat. Penyakit ini disebabkan olah virus toksoplasma gondii.

Banyak orang, terutama orangtua di Indonesia yang berpikiran kalau
toksoplasma berasal dari kucing. Maka dari itu banyak sekali orang yang
melarang memelihara kucing bagi perempuan hamil, atau yang baru
merencanakan kehamilan.
Faktanya, hampir semua hewan berdarah panas bisa terinfeksi virus
toksoplasma gondii. Hewan yang biasa berada di dekat manusia, terutama
peliharaan seperti anjing, kucing, ayam, atau hewan ternak, seperti
sapi, domba, kambing dan babi sebenarnya juga bisa terinfeksi.

Namun, toksoplasma hanya berkembang pada tubuh kucing. Pada hewan
lain, virus ini hanya diam di otot-ototnya. Sedangkan pada kucing,
toksoplasma bisa berkembang biak di usus halus kucing dan dikeluarkan
melalui kotorannya. Jadi yang bisa menularkan virus ini adalah kotoran
kucing, bukan dari memelihara kucingnya.
Kecuali, kucing peliharaanmu berguling-guling di pasir bekas kotoran
yang terinfeksi toksoplasma dan menempel di bulunya. Lalu bulunya
berterbangan dan masuk ke mulutmu, ada kemungkinan besar kamu akan
terinfeksi juga.
Jadi bedanya kucing dan mamalia lainnya adalah mamalia lain punya
toksoplasma di otot namun tidak berkembang biak di usus. Berbeda dengan
kucing, di mana virus ini berkembang di usus dan dapat dikeluarkan.

Virus toksoplasma gondii ini tidak hanya bisa menular dari kotoran
kucing saja, namun juga dari makanan mentah atau setengah matang dari
mamalia maupun unggas. Virus ini akan mati ketika daging dimasak lebih
dari 70 derajat celcius.
Maka dari itu ibu hamil diwajibkan memakan daging yang benar-benar
matang untuk menghindari infeksi. Selain itu penularannya juga bisa dari
kegiatan berkebun dan makan buah atau sayur yang tidak dicuci bersih
bila pasir kebun tadi terkena feses kucing yang terinfeksi.
Gejala yang terlihat bila terinfeksi virus ini adalah demam tinggi,
nyeri oto, mudah lelah, radang tenggorokan, dan pembekakang kelenjar
getah bening yang terjadi pada orang yang daya tahan tubuhnya menurun.
Pada orang sehat, infeksi virus ini tidak menunjukkan gejala apapun.

Toksoplasma juga menyebabkan kemandulan pada pria. Virus ini
menjangkit saluran sprema dan menyebabkan peradangan sehingga produksi
sperma bentuknya tidak sempurna atau bahkan tidak bisa dialirkan untuk
membuahi sel telur.
Pada wanita, virus ini menginfeksi sel telur dan mengganggu produksi
sel telur. Itulah kenapa toksoplasma rentan menyebabkan kemandulan pada
pria maupun wanita.
Pada ibu hamil, toksoplasma bisa menyebabkan keguguran, kelainan otak bayi, gangguan penglihatan maupun kerusakan pada janin.

Perlu diketahui bahwa toksoplasma gondii tidak menular antar manusia.
Jadi kalau pasangan kamu terinfeksi, kamu tidak akan terjangkit sama
sekali.
Maka dari itu, kamu wajib menjaga kebersihan, cuci tangan sehabis
mengelus kucing atau membersihkan pasirnya. Cuci buah dan sayur serta
makan makanan yang matang. Tidak ada salahnya juga periksa kesehatan
pra-nikah bila kamu dan pasangan memutuskan untuk menikah untuk mencegah
infeksi toksoplasma.
Sumber: YouTube