Kehamilan adalah masa yang sangat penting dan menarik dalam kehidupan seorang wanita. Tidak mengherankan bahwa peristiwa unik semacam itu dikelilingi oleh sejumlah besar prasangka, mitos dan stereotip yang berbeda.
Nah, sekarang yuk coba tengok beberapa mitos tentang kehamilan yang ternyata memiliki penjelasan ilmiah. Saatnya menghilangkan mitos tidak benar tentang kehamilan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.

1. Wanita harus melahirkan anak pertamanya sebelum usia 30 tahun.
Jika seorang wanita berusia 30 tahun merawat dirinya sendiri, makan makanan sehat, berolahraga cukup, dan secara teratur menjalani pemeriksaan kesehatan preventif, risiko komplikasi selama kehamilan tidak lebih tinggi daripada dibandingkan dengan anak berusia 20 tahun. Masalah selama kehamilan sebagian besar terkait dengan keadaan tubuh dan bukan pada usia biologis. Metode diagnosis modern dapat menunjukkan penyimpangan dalam perkembangan pada tahap sedini mungkin, sehingga wanita dapat merencanakan kehamilan saat mereka benar-benar siap untuk itu, baik secara fisik maupun psikologis.
Kebanyakan dokter percaya bahwa usia ideal untuk kelahiran anak pertama adalah ketika seorang wanita berusia 20-30 tahun. Dan menurut hasil penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Dr. John Mirwoski dari Texas, usia yang sempurna untuk kelahiran anak sehat adalah 34 tahun.

2. Wanita hamil harus makan untuk 2 orang.
Ahli gizi dari Institute of Medicine di AS mengklaim bahwa jika seorang wanita memiliki berat badan yang sehat, dia tidak perlu mengonsumsi kalori ekstra selama trimester pertama. Spesialis merekomendasikan menambahkan 340 kalori tambahan setiap hari selama trimester kedua dan sekitar 450 kalori selama trimester ketiga. Kalori ekstra ini harus berasal dari susu, kacang-kacangan, atau protein tanpa lemak.

Itulah sebabnya para calon ibu harus fokus pada makanan sehat dan bukan hanya makan lebih banyak.

3. Semua wanita ngidam makanan asin selama kehamilan.
Tubuh seorang wanita hamil mungkin mencoba untuk mengisyaratkan bahwa ia memerlukan nutrisi dan mineral langka tertentu dengan cara yang sangat aneh. Misalnya, melalui keinginan untuk makan sepotong kapur atau segenggam abu.

Wanita hamil mungkin juga menginginkan tidak hanya makanan asin tapi juga manis atau asam. Tapi coklat masih menjadi produk nomor satu dalam daftar makanan yang paling dikehendaki.

4. Hubungan seks selama kehamilan dapat membahayakan bayi.
Bahaya seks selama kehamilan mungkin salah satu mitos yang paling luas. Orang bilang itu berbahaya bagi bayi, tidak menyenangkan bagi ibu, dan bahkan tidak bermoral. Tapi jika wanita tidak mengalami ketidaknyamanan, aktivitas seksual tidak akan membahayakan. Sebaliknya, hubungan seksual secara teratur bermanfaat bagi kesehatan, karena tidak hanya membantu memperkuat otot panggul namun juga memberi perasaan positif bagi calon ibu. Dan keadaan emosional seorang wanita selama periode ini sangat penting.


5. Konsumsi air harus dikurangi selama trimester ketiga.
Di masa lalu, ibu hamil disarankan untuk minum lebih sedikit cairan selama trimester ketiga untuk menghindari pembengkakan. Penulis buku terlaris What to Expect When You're Expecting bersama ilmuwan telah membuktikan bahwa pembengkakan dan polihidramnion selama persalinan tidak terkait dengan konsumsi air. Sebaliknya, sejumlah air yang cukup membantu mengatasi masalah ini.

Para ilmuwan telah mengembangkan sebuah tes yang sangat sederhana untuk memeriksa apakah Moms cukup minum. Dan ya, alkohol tidak ada dalam daftar ini.


6. Wanita hamil tidak seharusnya menyemir rambut atau memakai kuteks.
Rahasia untuk tampil luar biasa saat hamil adalah lebih memperhatikan komposisi produk kosmetik. Wanita hamil harus menghindari komponen seperti toluena, formaldehid, kamper, amonia, atau resorsinol dan menunggu sampai bayi lahir sebelum mereka mulai menggunakannya dalam rutinitas sehari-hari lagi.

Produk kosmetik modern berkualitas tinggi tidak mengandung unsur berbahaya sehingga bisa digunakan selama kehamilan.

7. Pemeriksaan ultrasound menyakiti bayi.
Kebanyakan dokter menganjurkan agar wanita yang memiliki perkembangan janin normal harus menjalani pemeriksaan ultrasound 3 kali selama kehamilan, satu kali di setiap trimester. Pemeriksaan harus dilakukan lebih sering hanya jika ada kemungkinan ancaman terhadap kesehatan ibu atau bayi.

Pencitraan ultrasound menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi dan tidak seperti pencitraan X-ray, tidak ada paparan radiasi ion. Berkat scan ultrasound, dokter dapat menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik, menentukan kemungkinan patologi janin, dan membantu baik ibu dan anak pada waktunya.
8. Konsumsi ikan dan kenari sangat mempengaruhi kecerdasan seorang anak.
Sifat kesehatan dari produk ini tidak bisa dipungkiri. Kenari kaya kalium dan magnesium sehingga mereka memperkuat pembuluh darah dan jantung dan mereka memiliki efek menguntungkan pada sistem saraf. Yodium pada ikan baik untuk tiroid. Karena itu, calon ibu harus menambahkan produk ini ke makanannya.
Baik ikan dan kacang-kacangan mengandung asam lemak omega-3, yang membantu menjaga kesehatan otak. Namun, pengaruhnya terhadap perkembangan kemampuan mental bayi masa depan belum terbukti secara ilmiah.
Gimana menurut Moms? Setuju nggak dengan artikel ini? Ternyata ada hal-hal yang selama ini kita anut tapi nggak benar kan. Buat Moms yang lagi menantikan kehadiran sang buah hati, semoga sehat-sehat dan lancar semua ya. Yuk, jangan lupa bagikan artikel ini supaya lebih banyak orang yang tau dan teredukasi.


Sumber: brightside