Mina Wang adalah putri dari seorang presenter TV terkenal di Taiwan. Pada tahun 2013 kemarin, ayah dan ibunya bercerai. Perceraian mereka menjadi berita terhangat di Taiwan karena mereka berdua memiliki reputasi yang sangat tinggi.

Kini 4 tahun sudah berlalu. Sang ibu, Belle Yu, membagikan cerita bagaimana ketika itu putri semata wayangnya bereaksi terhadap perceraiannya.
Ia pernah bertanya seperti ini kepada putrinya, "Ada atau tidak ada ibu, apa bedanya?"
Putrinya menjawab, "Beda. Kalau ada ibu rasanya ada sandaran."
Jawaban putrinya membuat Belle begitu terharu. Ketika ia dan suaminya bercerai, ia banyak berkonsultasi ke psikiater dan berbagai pihak hukum. Ia takut putrinya tidak bisa menerima perceraian itu dan menjadi tertekan. Pengacara pernah mengatakan kepada Belle, "Perceraian memang akan berdampak pada psikologis anak. Kalau si anak bisa menerima itu, ini akan menjadi sebuah bentuk pendewasaan. Namun, apabila si anak tidak bisa, maka ini akan menjadi sebuah bayang-bayang dalam hidupnya."
Tapi, tak disangka putrinya jauh lebih pintar dari yang ia bayangkan. Belle bertanya padanya, "Kalau orang lain tanya soal papa dan mama bercerai, kamu jawab apa?"
"Ini bukan soal mau pilih ikut siapa (papa atau mama), tapi yang penting belajar mandiri!" Jawaban si anak langsung bikin sang ibu berlinang air mata! Usianya baru belasan tahun namun pemikirannya begitu dewasa!
Sampai-sampai putrinya bilang, "Dulu waktu kecil aku menangis, ibu memelukku... Sekarang giliranku yang memeluk ibu." Hati sang ibu langsung hangat dan air matanya berhenti, karena ia sadar, putrinya lebih dewasa darinya. Ia pun harus cepat-cepat bangkit kembali dari perceraian ini, tidak boleh jatuh. Ia harus berdiri tegap demi putrinya.
Belle membeberkan apa yang menjadi penyebab perceraian, yaitu lantaran sifat keduanya yang memang tidak cocok. Selain itu, ia sendiri merupakan sosok seorang publik figure. Ia khawatir perceraian ini akan menghancurkan karirnya di televisi. Demi putrinya, ia pernah berusaha untuk menyelamatkan keluarga ini, namun pernikahan yang telah berlangsung 13 tahun itu tetap tidak bisa bertahan lantaran sifat Belle yang juga tidak cocok dengan mertua.
Belle adalah seorang wanita karir. Sejak kecil ia sudah kehilangan ayahnya. Ia pun hidup berdampingan dengan ibunya. Belle yang dibesarkan tanpa sosok seorang ayah tumbuh menjadi wanita yang kuat, mandiri, apa-apa sendiri, tidak butuh orang lain, namun sisi negatifnya, ia menjadi wanita yang keras dan tidak bisa berkooperasi dengan orang lain, apalagi sudah berumah tangga, Belle tidak mau tunduk ataupun mencocokkan diri dengan pasangan maupun mertuanya.
Namun setelah bercerai, Belle mengintrospeksi dirinya. Ia juga belajar bagaimana mengendalikan emosi dan membina hubungan baik dengan orang lain. Ia pun mencoba untuk memahami pendapat orang lain, bekerja sama, merubah sifatnya yang serba bisa menjadi lebih lembut dan selaras dengan orang lain. Melihat perubahan pada dirinya, ia pun merasa perceraian ini bukanlah suatu hal yang buruk. Sisi baiknya, ia menjadi wanita yang lebih baik.
Ketika ditanya apa pendapatnya tentang 'suami urus luar, istri urus dalem', Belle bilang, "Zaman sekarang, konsep ini sudah tidak fungsional lagi. Wanita tidaklah harus di dapur, dan pria tidaklah harus menjadi yang berkuasa atas segalanya. Keluarga yang sehat hanya dapat dibina apabila kedua suami istri sederajat, tidak ada siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah, sama-sama melakukan apa mereka bisa untuk keluarga."
Semoga kisah Belle dan putrinya menginspirasi kita semua! Semoga bermanfaat! Jangan lupa dishare yah!


Sumber: Cerpen