"Dok, kenapa yah bayi saya sering kentut, terus bau lagi…?" Mungkin
hal ini sering menjadi tanda tanya bagi banyak ibu. Pada umumnya, kentut
itu sehat. Kentut menandakan bahwa pencernaan berjalan dengan normal
dan tidak ada masalah dengan penyerapan di usus.
Normalnya, bayi memang lebih sering kentut daripada orang dewasa.
Bahkan, dalam sehari bayi bisa kentut sebanyak 13-21 kali. Hal ini
dikarenakan saluran pencernaan bayi yang belum sempurna. Selain itu,
udara yang masuk ketika menyusui juga membuat perut bayi penuh dengan
angin. Inilah kenapa bayi lebih sering kentut, jadi bunda tidak perlu
terlalu khawatir.
Tapi, apabila kentut bayi menunjukkan ciri-ciri seperti ini, nah
bunda harus mulai hati-hati! Coba perhatikan beberapa hal di bawah ini,
jika bayi Anda mengalami salah satunya, sebaiknya segera periksakan buah
hati ke dokter!
Perhatikan baunya
1. Bau asam
Kentut yang baunya asam busuk, tandanya asupan karbohidrat yang
berlebih yang menyebabkan pencernaan jadi kurang lancar. Karbohidrat
yang tertinggal di usus dalam waktu lama akan difermentasi lalu
menimbulkan bau gas yang tidak enak. Perut bayi juga akan berbunyi.
Kalau parah, mungkin akan disertai sakit perut atau tangisan.
2. Bau telur busuk
Jika bau kentut bayi seperti telur busuk, tandanya asupan protein
yang berlebih menimbulkan gas hidrogren sulfida dalam jumlah banyak.
Bunda bisa kurangi jumlah susu, asupan lemak, protein dan beri lebih
banyak air putih kepada buah hati.
3. Kentut bayi lebih bau saat minum susu dibanding saat minum ASI
Bunda tidak perlu khawatir. ASI dan susu memiliki vitamin yang
berbeda. ASI lebih mudah dicerna sedangkan susu tidak. Jika kentut dan
feses bayi berbeda saat diberi susu dengan diberi ASI, itu adalah
sesuatu yang normal.

4. Kentut tidak berbau
Jika bayi sering kentut, bunyinya keras namun tidak tercium bau, habis kentut juga tidak BAB, biasanya ada 2 penyebab:
1. Bayi sudah lapar
Saat bayi lapar, saluran pencernaannya akan bergerak lebih cepat. Hal
ini membuat bayi jadi kentut, kadang juga bisa disertai cegukan atau
perut berbunyi.
2. Bayi masuk angin
Saat bayi menangis, tertawa, menyusui, udara bisa masuk ke perut bayi
dan bisa menyebabkan kentut tak berbau yang kadang juga disertai
cegukan. Tepuklah punggung bayi setiap selesai minum susu supaya bayi
bisa bersendawa, udara yang masuk bisa keluar. Saat menyusui, pastikan
mulut bayi memenuhi seluruh puting supaya bayi tidak terminum udara.
Saat bikin susu, jangan dikocok terlalu kencang sampai berbusa. Pastikan
juga agar susu memenuhi dot supaya bayi tidak menghisap udara.
Bayi cuma kentut tapi tidak BAB-BAB?
Itu tandanya bayi Anda sembelit. Jika babnya kering dan sulit
dikeluarkan, tentu saja kentut yang dihasilkan juga akan lebih bau.
Berilah bayi asupan air yang cukup dan makanan yang kaya serat seperti
buah-buahan.
Perhatian: Jika bayi kentut bayi bau busuk disertai mencret, demam, tidak nafsu makan, lesu, harap segera bawa ke dokter.
Bayi tidak kentut juga tidak BAB
Kentut menandakan saluran pencernaan lancar. Kalau bayi tidak
kentut-kentut juga tidak BAB, sebaiknya segera periksa ke dokter anak.
Jika bayi tidak kentut, tidak BAB dan disertai dengan 3 kondisi di bawah ini, bunda harus waspada:
Sakit perut
Sakit perut mungkin sudah hal biasa tapi tetap tak bisa dianggap
remeh. Jika ada penyumbatan pada usus yang disertai dengan gangguan
sirkulasi darah, hal ini dapat mengakibatkan kematian.
Muntah
Muntah sering terjadi pada awal usus tersumbat. Yang dimuntahkan
adalah asam lambung dan sisa-sisa makanan. Jika frekuensi muntah
berkurang, tandanya sudah parah.
Kembung
Kembung yang disertai demam, lesu dan pembengkakan pada tubuh bayi tandanya usus mungkin sudah tersumbat parah.

Bayi rewel saat kentut
Jika bayi menangis saat kentut, biasanya ada 2 macam penyebab:
Yang pertama, bayi dikagetkan dengan kentut sendiri, tidak tahu apa yang terjadi (lucu yah ^^)
Yang kedua, bayi merasa ada gas diperutnya menyebabkan kolik
Kolik adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada bayi. Bayi jadi
sering menangis dan rewel tanpa alasan, terutama di malam hari. Orangtua
perlu mengamati bayi dengan seksama. Jika ada demam, wajah pucat,
muntah berulang kali atau tinja berdarah, harus segera bawa ke rumah
sakit.
Jika perut bayi sering kembung, Anda bisa memperbaikinya dengan cara
mengurangi asupan susunya, pemberian susu formula yang benar,
tepuk-tepuk punggung bayi setelah kenyang dan jaga jangan sampai bayi
menghirup angin.

Gimana cara mengatur pola makan bayi supaya pencernaannya lebih sehat?
1. Sering beri minum dalam porsi kecil
Bayi tidak boleh kekenyangan juga tidak boleh kelaparan. Sebelum usia
1 tahun setengah, bayi boleh makan 3 kali sehari ditambah 2 kali
makanan ringan di siang dan sore hari.
Tapi yang harus diperhatikan adalah jangan sekali memberi terlalu
banyak. Memberi makanan tambahan juga jangan terlalu dekat dengan waktu
makan, nanti akan mempengaruhi nafsu makannya. Terakhir, perhatikan juga
makanan ringan yang diberikan, jangan yang tidak bernutrisi.
2. Perbanyak buah dan sayuran
Sayuran adalah vitamin yang paling sehat untuk bayi. Jika bayi tidak
suka makan sayur, bunda boleh mengolah sayurnya menjadi halus dan
ditambahkan ke dalam nasi. Selain itu, buah juga sangat penting.
3. Beri asupan protein hewani dan tumbuhan yang tepat
Di dalam daging, ikan, kacang-kacangan dan telur, ada banyak protein
berkualitas tinggi yang dapat digunakan ibu untuk memasak sup atau
dicincang.
4. Beri susu bernutrisi
Susu kaya nutrisi, terutama kaya kalsium yang bagus untuk penyerapan
bayi. Oleh karena itu, pastikan bayi Anda menerima asupan susu 250 ml
sampai 500 ml setiap hari.

5. Beri beras yang berkualitas
Beras merah mengandung vitamin B1 kompleks yang sangat bagus untuk
pencernaan si kecil. Makanan utama bisa diberi nasi merah (bila cukup
umur), bubur beras merah atau roti gandum. Tidak perlu makan banyak,
asal mencukup asupan harian sekitar 150 gram sudah bisa menjamin
kecukupan gizi bayi.
Semoga bermanfaat ya bunda! Yuk di-SHARE!
Sumber: womenclub