Kanker serviks masih menempati posisi pertama penyebab kematian wanita Indonesia. Sedangkan yang kedua adalah kanker payudara. Kanker serviks tumbuh di leher rahim yang merupakan pintu penghubung vagina dan rahim.
Penyebab kanker serviks adalah Human Papilomavirus (HPV) yang lebih sering ditularkan melalui hubungan seksual. Kabar baiknya, ilmuwan telah menemukan vaksin yang bisa mencegah penyebaran jenis HPV ini penyebab kanker serviks.

Lalu pemberian vaksin dan pengobatan ini ditentukan oleh tingkatan atau stadium kanker. Jadi jika wanita sudah tau staiumnya, maka harapan sembuhnya bisa makin besar dengan obat-obatan atau kemoterapi.
Ciri-ciri stadium kanker serviks yang bisa dirasakan oleh wanita:
1. Stadium awal
Memang sulit mengetahui apakah seorang wanita terserang kanker serviks di staium awal. Namun mejlanai tes HPV sejak dini akan sangat lebih baik sebelum kanker mulai menyebal.
2. Stadium sedang
Ciri umunya adalah:
a. pendarahan pada vagina
b. rasa nyeri selama berhubungan intim
c. Nyeri pinggul yang berlebihan
d. Pendarahan setelah menopause
e. Keputihan yang tidak normal
f. Pendarahan yang lama saat menstruasi dan nyeri berlebihan
3. Stadium lanjut
Pada stadium ini, sel kanker akan menyebar dari leher rahim ke jaringan sekitarnya. Cirinya pun bisa dilihat dan dirasakan:
a. Sakit punggung yang teramat sangat
b. Nyeri tulang atau patah tulang
c. Mudah lelah
d. Keluarnya feses dari vagina
e. Nyeri pada kaki
f. Kaki bengkak
g. Berat badan menurun
Lalu bagaimana cara terhindar dari kanker dan pencegahannya?

a. Lakukan Pap Smear bagi wanita yang aktif berhubungan seksual
b. Suntik Vaksin HPV bagi wanita muda yang belum pernah berhubungan seks
c. Berhenti merokok
d. Jangan berganti-ganti pasangan
e. Hidup sehat
f. Guanakan alat pelindung saat berhubungan seksual
Selain mengubah pola hidup, memeriksakan diri ke dokter secara rutin adalah pencegahan paling efektif.

Sumber: Vebma