Seni mengukir makanan nampaknya sudah menjadi daya tarik sendiri bagi para pecinta seni. Seni mengukir makanan sendiri berasal dari Jepang dan dikenal dengan sebutan mukimono. Awalnya seni ini bertujuan untuk memperindah makanan, membuat konsumen tertarik, memberi nilai lebih pada makanan, dan membangkitkan selera makan. Namun, sekarang ini seni mengukir makanan tidak terbatas hanya khusus para koki semata.
Para seniman-seniman yang notabene tidak mempunyai latar belakang sebagai koki pun bisa membuat karya seni dari makanan yang begitu indah. Untuk menghasilkan karya seni yang menawan, pemahat harus melihat bentuk, warna dan tekstur yang dimiliki dari bahan yang akan digunakan terlebih dahulu, baru menentukan bentuk pahatan yang akan dibuat. Salah satunya seperti pahatan ubi jalar satu ini.
Ubi jalar yang memiliki warna kuning muda dan bentuk lonjong ini, sangat cocok digunakan untuk memahat salah satu tokoh dalam legenda yang dikenal panjang umur, yaitu Shou Xing. Seni mengukir makanan bisa mengubah bahan makanan yang sederhana menjadi karya seni yang indah dan juga meningkatkan nilai dari bahan makanan tersebut. Selain itu, terkandung pula sebuah filosofi umum, di mana dengan bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan terus berusaha untuk meningkatkan diri, setiap manusia pasti bisa meraih tujuan dalam hidupnya dan hidup panjang umur.
Dalam seni mengukir makanan, dibutuhkan tingkat ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi dari para pemahatnya. Pemahat yang mudah menyerah, tidak mungkin bisa menghasilkan karya yang menakjubkan seperti ini:

Oleh sebab itu, jika kamu tidak ingin hanya menjadi ubi jalar biasa, kamu harus mau terus belajar, terus meningkatkan diri, dan tidak hanya mengeluh saja dalam menjalani hidup ini. Kamu juga harus mau berjuang dan 'hidup susah', dengan tidak hanya mengharapkan bantuan dari orang lain atau memilih cara instan untuk mencapai kesuksesan. Dengan demikian, kamu juga baru bisa memiliki hidup yang jauh lebih bermakna! 
Sumber: Bomb