Namaku adalah Mari. Sekarang aku sudah berumur 30 tahun. Mantan suamiku adalah teman sekolah saat SMP dulu. Dia adalah anak yang paling pintar di kelas, sedangkan aku adalah anak yang paling kurang di kelas. Tapi aku memiliki paras yang cantik dan itulah satu-satunya kelebihanku.
Aku mencoba mendekatinya dan membuatnya jatuh cinta padaku. Dengan penampilanku ini, mendapatkan hati seorang pria bukanlah perkara yang sulit.

Akhirnya kami pun berpacaran. Banyak teman-teman di sekolah yang iri padaku karena bisa mendapatkan mantan suamiku. Setelah lulus SMP, aku tidak melanjutkan ke SMA malah mencari pekerjaan, tapi mantan suamiku tetap melanjutkan pendidikannya. Meskipun demikian, kami masih tetap kontak dan melanjutkan hubungan kami.
Saat masuk ke perguruan tinggi, mantan suamiku pergi ke kota lain dan menjadi sangat sibuk sehingga komunikasi kami semakin jarang. Di saat itu aku berpikir sepertinya aku hanya membuang-buang waktuku saja dan sudah tidak bisa bergantung pada pohon ini. Bagaimana bila dia disana menemukan tambatan hati yang lain? Aku disini hanya bodoh menunggunya. Aku kan cantik, untuk apa berbuat seperti itu?
Akhirnya aku memutuskan untuk mencari pacar baru tanpa sepengetahuanny. Namun aku merasa tidak ada laki-laki yang sebagus mantan suamiku. Setelah dipikir-pikir, mantan suamiku lebih bisa diandalkan.
Setelah lulus dari perguruan tinggi, mantan suamiku bekerja di sebuah perusahaan besar dan membeli sebuah rumah. Dua tahun kemudian akhirnya kami pun menikah.
Setelah menikah, aku merasa derajat hidupku naik. Aku makan di tempat mewah, beli baju yang aku suka dan bolak-balik masuk bar demi minum minuman kesukaanku.
Satu tahun setelah menikah, tiba-tiba aku mendapat sebuah telepon dari rumah sakit dan dikatakan bahwa mantan suamiku mengalami kecelakaan. Dia mengalami luka serius di bagian kepalanya sehingga tubuhnya akan menjadi lumpuh.
Rasanya ada halilintar yang menyambar diriku saat itu. Aku segera pergi ke rumah sakit dan melihat kondisinya. Memang kepalanya mengalami luka parah dan sepertinya dia juga akan bermasalah pada kondisi mentalnya.
Aku yang cantik dan masih muda ini harus menghabiskan sepanjang hidupku untuk mengurus suami yang cacat dan tidak bisa bekerja lagi? Rasanya aku tidak bisa hidup seperti itu. Jadi aku putuskan untuk menceraikannya saja. Begitu dia keluar dari rumah sakit, aku langsung memberinya surat cerai. Saat itu dia langsung menangis tapi aku sama sekali tidak sedih.
Aku mencari pria kaya lain, tapi mereka semua selalu mencampakanku setelah bosan denganku. Tidak ada yang memperlakukanku sebaik mantan suamiku.
Tiga tahun kemudian, aku mendengar kabar kalau mantan suamiku akan segera menikah. Tentu saja hal ini membuatku terkejut. Kok bisa ada wanita yang mau menikah dengan pria seperti itu? Jadi aku penasaran dan ingin menghadiri pesta pernikahannya.
Ketika datang ke pesta pernikahannya, aku sangat terkejut. Pesta itu diadakan di atas kapal pesiar dan seumur hidup belum pernah aku melihat pesta semewah itu. Dan yang paling bikin aku kaget adalah pengantin wanitanya lebih cantik dariku.
Setelah bertanya-tanya pada saudara jadi ceritanya adalah mantan suamiku rutin menjalani pengobatan sehingga kini tubuhnya sudah pulih. Wanita yang sekarang menjadi istrinya adalah teman kuliahnya waktu dulu. Wanita itu terus mengejar-ngejar mantan suamiku, tapi dia menolaknya karena sudah berpacaran denganku.
Setelah mantan suamiku menikah denganku, wanita itu belum menyerah. Dia masih mencintai suamiku seperti sebuah emas.
Kejadian ini mengajarkanku bahwa mantan suamiku memanglah orang yang pintar. Meskipun kepalanya bermasalah karena mengalami kecelakaan, tapi dia mencari dokter terbaik untuk mengobatinya. Dua tahun setelah itu, mantan suamiku pulih sepenuhnya dan menjalani hidup yang baru bersama wanita itu. Ketika aku memikirkan hal ini, air mataku mulai bercucuran.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa begitu kecil. Sebetulnya pernikahan ini adalah pernikahan yang bahagia. Saya sungguh menyesal.
Tapi semuanya sudah terlambat. Dia sudah bukan lagi milikku. Aku tidak akan mencarinya lagi. Aku akan melewati hidup ini seorang diri.
Sumber : beauty