Makan adalah satu kegiatan yang selalu kita lakukan sehari-hari. Bagi kita yang hidup cukup, makan di meja makan dan menikmati rasa makanan yang berbeda-beda tentu tidak sulit. Tapi bagi orang-orang yang memiliki kondisi ekonomi sangat buruk, bagi mereka makan di depan meja makan adalah sesuatu yang mewah. Beberapa keluarga bahkan harus khawatir apakah mereka bisa makan setiap hari atau tidak, sementara beberapa orang membuang-buang makanan tanpa merasa bersalah.
Apakah kamu kenal dengan istilah "Pagpag"? Nama ini juga berarti "makanan sampah" atau "ayam sisa". Istilah ini pertama kali terkenal di Manila, Filipina. Pagpag ini menjadi sumber makanan orang-orang miskin yang berada di kota kecil, Tondo. Makanan-makanan ini tidak lain dan tidak bukan sebenarnya berasal dari "dapur" kota-kota besar.
Hal yang lebih ironis lagi adalah, karena orang-orang yang berada di distrik ini cukup banyak, sementara Pagpag sangat terbatas, mereka bahkan harus mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak layak.

Pagpag lebih dikenal dengan "ayam goreng sisa" karena biasanya pagpag lebih banyak terdiri dari sisa-sisa fast food. Setiap subuh truk sampah akan mengunjungi setiap toko-toko dan mengambil Pagpag yang akan dijual oleh para supplier ke desa-desa miskin itu. Supplier kemudian akan memilah-milah pagpag yang "masih bisa" dikonsumsi untuk dijual oleh mereka.
Tentu saja kualitas dari daging yang dijual harus dikontrol. Awalnya, mereka akan memilih daging lewat aromanya. Kalau "masih layak", daging ini kemudian akan dipisahkan. Daging yang masih banyak akan dijual 30 peso sementara yang sedikit akan dijual 20 peso. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan dengan harga daging di pasaran sehingga pagpag ini cukup laku dijual.
Keluarga-keluarga yang membeli pagpag biasanya akan mengolah kembali makanan mereka dengan bumbu-bumbu dan dagingnya akan dimasak ulang. Menurut mereka, selama mereka memanaskan lagi makanan ini, bakteri akan terbunuh dan makanan ini aman untuk dikonsumsi.
Tapi tentu saja pemikiran mereka salah dan banyak penyakit mulai muncul pada orang-orang yang memakan pagpag. Salah satunya sakit perut, muntaber, dan banyak lainnya. Pemerintah juga sudah berusaha untuk melarang dan mengontrol pemasaran pagpag ini, tapi apa daya, masyarakat di daerah ini hanya bisa membeli makanan yang semurah pagpag.

Kasihan banget ya mereka. Semoga pemerintah bisa mendapatkan cara untuk menanggulangi semua ini. Yuk, bagikan supaya banyak orang yang lebih peduli dengan nasib sesamanya.

Sumber: Cerpen