Semua ibu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya termasuk saat memberi ASI. Tentu ibu ingin memberi ASI eksklusif hingga anak berusia 2 tahun. Bagi ibu yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga, mungkin tidak terlalu sulit ketika harus memberi ASI. Tapi bagaimana bagi ibu muda yang bekerja di luar? Tentu ASI harus disediakan terlebih dahulu sebelum ibu bekerja.
Kadang ibu masih belum paham, sebenarnya berapa lama ASI tahan disimpan di freezer. Dilansir dari Nakita, ukuran berapa lama ASI tahan selama di freezer adalah tergantung dari jenis freezer yang dipakai.

Freezer yang jadi satu dengan kulkas 1 pintu dengan suhu mencapai -15 derajat Celcius akan membuat ASI tahan sampai 2 minggu. Namun untuk freezer yang ada di kulkas lemari 2 pintu, ASI akan bertahan sekitar 3-6 bulan karena suhu freezer mencapai -18 derajat Celcius. Lain lagi jika ibu menyimpan ASI dalam freezer dengan pintu atas yang mempunyai suhu -20 derajat Celcius, maka ASI akan bertahan hingga 6-12 bulan.
Saat ibu memerah ASI dan ingin menyimpan ke dalam freezer, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
#1 Pastikan tangan ibu bersih sebelum memerah ASI maupun saat menyimpannya
#2 Wadah penyimpanan harus steril. Ibu dapat menggunakan botol kaca atau kontainer plastik dengan tutup yang rapat dari bahan bebas bispherol A (BPA). Hindari pemakaian kantong plastik biasa atau botol sekali pakai karena bahan tersebut mudah terkontaminasi. Cucilah kontainer menggunakan sabun dan air panas juga biarkan hingga kering sebelum dipakai.
#3 Simpanlah ASI sesuai kebutuhan
#4 Berilah label tanggal kapan ASI diperah. Tanggal ini berguna saat pemakaian, sehingga ibu dapat menggunakan ASI yang lebih dahulu diperah
#5 Jangan mencampurakan ASI yang beku dengan ASI yang baru ke dalam wadah penyimpanan
#6 Jangan menyimpan sisa ASI yang telah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya
#7 Putar kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim tercampur merata. Jangan mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting dalam susu.
#8 Kencangkan tutup penyimpanan saat ASI sudah membeku sepenuhnya
#9 Sisakan ruang sekitar 2,5 cm dari tutup penyimpanan karena volume ASI akan meningkat setelah beku
#10 Jangan menyimpan ASI di bagian pintu freezer
Ketika akan dikonsumsi perhatikan juga cara menghangatkan ASI perah yang sudah beku ya. Gunakanlah ASI yang yang paling dulu disimpan. Jika ASI dalam keadaan beku, pindahkan wadah ke dalam lemari es selama 1 malam atau ke dalam wadah berisi air dingin. Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI.
Untuk ASI dalam lemari es, hangatkan wadah ASI dalam tempat berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit. Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung. Jangan menghangatkan di microwave karena akan merusak komponen ASI. Sebelum diberikan kepada bayi, goyangkan botol ASI dan cek suhu dengan cara teteskan pada pergelangan tangan. Berikan dalam waktu 24 jam dan jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan.
Perlu diketahui bahwa ASI yang telah dihangatkan kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi. Apabila ASI berbau anyir karena kandungan lipase (enzim pemecah lemak) tinggi, setelah diperah, hangatkan ASI hingga muncul gelembung pada bagian tepi (jangan mendidih) lalu segera didinginkan dan dibekukan. Hal ini dapat menghentikan aktivitas lipase pada ASI. Dalam kondisi inipun kualitas ASI masih lebih baik dibandingkan dengan susu formula.

Sumber : Nakita