Baru-bru ini beredar sebuh foto seorang ibu bersama anaknya yang
menangis tersedu-sedu di depan sebuah rumah sakit. Kejadian tersebut
terjadi lantaran ibu tersebut terpaksa pulang dari rumah sakit anak
karena tak bisa lagi membayar pengobatan sang anak.

Kejadian tersebut terjadi di rumah sakit yang berada di Shanghai pada
Desember tahun lalu namun viral kembali. Tentunya foto tersebut menuai
banyak komentar dari warganet yang membicarakan beratnya layanan
kesehatan di negara tersebut.

Diketahui wanita yang menangis dalam foto tersebut adalah seorang ibu
tunggal berusia 45 tahun bernama Guo Yinzhen. Guo sudah bercerai dari
suaminya beberapa tahun lalu.
Ia merawat anak laki-laki satu-satunya bernama Guo Zhenghan (3). Ibu
dan anak ini tinggal di sebuah desa di Datian, provinsi Fujian,
Tiongkok. Yinzhen dulunya seorang pekerja pabrik tapi kemudian
kehilangan pekerjaannya setelah melahirkan Zhenghan. Ibu dan anak ini
kemudian dibantu oleh orang tua Yinzhen, yang bekerja sebagai pemetik
daun teh.

Sang anak Zhenghan menderita hidrosefalus kongenital. Ia dibawa ke
rumah sakit karena infeksi. Sayang, biaya rumah sakit lama-lama
membengkak hingga keduanya tak punya pilihan lain selain meninggalkan
rumah sakit. Yinzhen membutuhkan dana sekitar 100 ribu yuan (Rp 218
juta). Padahal, ia sudah memiliki hutang sebesar Rp102 juta yang telah
digunakan untuk pengobatan anaknya.

Secara keseluruhan, keluarga ini telah menghabiskan sekitar 400 ribu
yuan (Rp 875 juta) untuk pengobatan Zhenghan, sudah termasuk tiga kali
operasi dan biaya lain. Sayangnya pasien seperti Zhenghan tidak
ditanggung pemerintah sehingga harus mencari cara sendiri agar sembuh.

Beruntung, saat foto yang diambil pada 1 Desember itu viral, ibu anak ini kemudian mendapat bantuan dari Xiaoxingxin Foundation.
Berkat yayasan tersebut, Zhenghan bisa kembali melakukan operasi yang diperlukan.
Sebagai follow up, yayasan itu mengumumkan bahwa infeksi pada kepala
Zhenghan telah hilang dan perkembangan otaknya berjalan baik.
Sumber: TribunNews