Suami istri sudah pasti ingin memiliki buah hati. Entah mereka baru saja menikah atau sudah lama namun belum dianugerahi keturunan. Ada banyak faktor yang menentukan cepat atau lambatnya seorang istri bisa hamil. Nah, sayangnya masyarakat kita belum banyak tau soal penyebab sulit hamil ini. Bahkan ada banyak juga orang yang menyalahkan istrinya. Padahal masalah kehamilan itu tergantung dari istri dan juga suami.
Apa saja faktornya dan bagaimana supaya pasutri bisa cepat hamil? Yuk simak ulasannya berikut ini.
1. Tidak mengontrol berat badan

Penelitian yang dilakukan terhadap 2112 wanita yang berusaha hamil adalah wanita yang BMI (body mass index) di atas 25 atau wanita kelebihan berat badan. Wanita obesitas perlu usaha 2 kali lipat untuk dapat hamil. Sedangkan wanita dengan BMI di bawah 19 atau sangat kurus malah 4 kali lebih sulit. Pastikan BMI dalam bentang normal untuk bisa hamil lebih cepat.
2. Tidak mengontrol kualitas produksi sperma
Usahakan agar testis tidak terkena suhu panas, seperti jangan terlalu sering mandi air panas, jangan berlama-lama berendam di air hangat, jangan menaruh laptop di atas paha karena laptop menyalurkan energi panas yang bisa sampai ke testis. Bahkan radiasi handphone yang ditaruh di kantong celana juga dapat menurunkan kualitas sperma.
3. Terlalu sering minum kopi dan alkohol
Meminum kopi lebih dari 5 gelas sehari atau konsumsi makanan mengandung kafein lebih dari 500 mg per hari sudah terbukti menurunkan kesuburan wanita dan pria. Sedangkan alkohol mampu menurunkan kesuburan sampai 60%.

4. Jadi perokok aktif maupun pasif

Pada wanita, menjadi perokok aktif maupun pasif sangat membahayakan rahim dan janin. Pada laki-laki, rokok dapat menurunkan kualitas sperma dan merusak dna sperma. Hal ini bisa memperbesar risiko cacat janin.
adplace_2
5. Tidak memperhatikan waktu subur suami dan istri
Hamil hanya akan terjadi di waktu yang tepat, atau saat masa subur. Pada wanita, siklus mestruasi normalnya 28 hari. Pada masa ovulasi, sel telur bisa bertahan di rahim selama 12 - 14 jam. Jadi, bila ingin hamil, suami sitri disarankan untuk melakukan hubungan seksual 6 hari sebelum masa ovulasi karena sperma bisa hidup di rahim selama 3 - 4 hari sampai sel telur jatuh ke rahim. Penting bagi wanita untuk mencatat siklus menstruasinya.

6. Berhubungan suami istri tidak teratur

Menunda hubungan seksual bisa berakibat pada menurunkan kualitas sperma. Jika ingin menunda hubungan, tundalah tidak lebih dari 2 hari. Melakukan hubungan setiap hari akan memperbesar kemungkinan hamil bila pasangan tidak stres dan tidak ada tuntutan untuk segera punya anak.

7. Terlalu banyak terpapar bahan kimia beracun
Bahan kimia seperti pewarna, pestisida, pengawet dan lain-lain ternyata bisa menurunkan kesuburan. Bila ingin memulai program hamil, usahakan untuk tidak terpapar bahan-bahan ini demi menjaga ibu dan calon bayi.

8. Tidak memperhatikan jam kerja

Jam kerja acak malah akan merusak kesuburan dan hormon. Jam kerja yang teratur malah lebih baik untuk kesehatan rahim.

9. Tidak cek kualitas sperma

Ada saat di mana pasutri sudah bolak balik tes kehamilan, tes usg si ibu namun tidak kunjung hamil dan lupa mengecek kualitas sperma suami. Kenyataannya, 40% dari kasus kemandulan zaman sekarang disebabkan oleh sperma laki-lakinya tidak bagus. Penting untuk memeriksa sperma.

Sumber: YouTube