Sebuah kisah memilukan datang dari dua pasang orangtua yang sama-sama
memiliki anak berusia 2 tahun. Lantaran mengidap kanker, kedua keluarga
takut anak-anak itu mungkin tidak akan hidup cukup lama untuk menemukan
pasangan mereka. Kedua orangtua di Tiongkok melakukan hal tak terduga
untuk anaknya yang masih bocah. Bahkan, mereka mengatur anaknya yang
menderita sakit tersebut untuk menikah.

Sehingga hal itu mendorong kedua orang tua untuk melakukan upacara
pernikahan tak biasa selagi anaknya masih bisa. Anak laki-laki bernama
Wu Tianyi dan gadis kecil bernama Sun Yichen keduanya masih berusia dua
tahun. Dua balita di nikahkan sejak dini karena sakit kanker. Mereka
menderita Leukemia Myeloid akut. Penyakit ini sejenis Leukemia yang
berkembang dengan cepat.

Mereka sedang menunggu transplantasi sumsum tulang masing-masing.
Kedua balita itu menghadiri upacara pernikahan dan berpose untuk 'foto
pernikahan' mereka di Beijing. Tianyi mengenakan setelan jas motif
belang-belang kecil dan topi. Sementara Yichen mengenakan gaun warna
pink.
"Saya memakaikan gaun untuk putri saya. Setelah saya melakukan itu, saya menangis," kata ibu Yichen, Hu Xiaomeng.

“Ini adalah mimpi saya untuk melihat dia mengenakan gaun pengantin
suatu hari nanti, tetapi karena dia sangat kritis sekarang, saya
khawatir saya tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melihatnya,"
lanjutnya.
"Dia berbagi bangsal dengan Tianyi dan mereka berdua rukun, jadi kami pikir kami harus melakukan upacara pernikahan," tambahnya.
Keluarga Yichen berasal dari Provinsi Henan. Yichen jatuh sakit parah
pada September 2017 lalu. Gadis kecil itu mengalami demam tinggi dan
menderita sakit di sekujur tubuhnya. Dokter setempat gagal mendiagnosis
sakit Yichen. Orang tuanya lalu membawa Yichen dari kampung halaman
mereka ke Beijing untuk mencari perawatan medis yang lebih baik.

Hu, yang merupakan ibu rumah, dan suaminya yang bekerja sebagai
seorang sopir, telah menghabiskan semua tabungan mereka untuk pengobatan
Yichen. Mereka harus menjual rumah mereka seharga 200.000 yuan (sekita
Rp 437 juta) untuk membiayai pengobatan dan kini uang mereka hampir
habis. Hu dan suaminya sekarang tinggal di apartemen sewaan di Beijing.
Mereka harus membayar 2.500 yuan (sekitar Rp 5,4 juta) setiap bulan.
Kini mereka berusaha untuk meminjam uang dari kerabat untuk biaya
transplantasi sumsum tulang Yichen. Keduanya harus menyiapkan uang
sekitar 800.000 yuan (Rp 1,7 miliar).
"Tim dokter memberi tahu saya bahwa transplantasi akan segera
dilakukan. Suami saya akan menyumbangkan sumsum tulangnya kepada
Yichen," ujar Hu.
"Dia berhenti bekerja karena dia perlu beristirahat dan mempersiapkan transplantasi," lanjutnya.
"Tidak peduli betapa sulitnya, aku akan menyelamatkan putriku," ujarnya.

Keluarga Tianyi, yang juga berasal dari Henan, berbagi cerita yang
serupa. Ayah Tianyi, Wu Laixin, mengatakan "Ini hal yang besar bagi
setiap orang tua untuk melihat putranya menikah".
"Anak saya akan menjalani transplantasi dan saya tidak tahu apakah
itu akan berhasil. Jadi saya ingin dia mengadakan pernikahan,"
lanjutnya.
"Kami bertanya kepada orang tua Yichen apakah dia bersedia menjadi pengantinnya, dan mereka setuju," katanya.
"Jika transplantasi berhasil. Setelah dia dewasa, dia bisa melihat ke
belakang dan mengingat betapa kuatnya dia dulu," pungkasnya.

Tianyi sudah sakit sekitar delapan bulan. Dia dirawat di Rumah Sakit
Beijing setelah orangtuanya membawanya ke berbagai rumah sakit di
Henan, tetapi gagal menemukan solusi medis. Wu, adalah seorang penjual
buah. Ia berhenti dari pekerjaannya untuk merawat anak laki-lakinya itu.
Dia dan istrinya yang merupakan seorang ibu rumah tangga, telah
menghabiskan hampir 400.000 yuan (Rp 874 juta) untuk pengobatan Tianyi.
Mereka juga tinggal di sebuah apartemen sewaan di dekat rumah sakit.
Keduanya membayar 4.600 yuan (sekitar Rp 10 juta) sebulan. Orangtua
Tianyi mengatakan bahwa dokter berencana melakukan transplantasi pada
bulan April. Mereka harus menyiapkan uang sekitar 600.000 yuan (sekitar
Rp 1,3 miliar) untuk itu.

"Aku sudah berhenti dari pekerjaanku, jadi sekarang aku berusaha
menghasilkan uang dengan menyiarkan hidup kita melalui aplikasi live
streaming," ujar Wu.
Pernikahan Tianyi dan Yichen diselenggarakan dan didanai oleh Han
Yuqi, seorang sukarelawan yang telah membantu kedua keluarga. Han,
seorang mahasiswi berusia 21 tahun, mengatakan ia menghabiskan sekitar
300 yuan (Rp 650 ribu) untuk membeli kostum kedua balita itu. Tempat
upacara pernikahan itu disewakan kepada mereka secara gratis oleh
perusahaan media lokal.
Han mengatakan, "Semua yang hadir sangat tersentuh oleh acara pernikahan itu. Kami semua menangis".
"Saya dengan tulus berharap kedua anak itu dapat pulih dari cobaan
mereka, dan saya berharap lebih banyak orang dapat memberikan bantuan
kepada keluarga yang tidak beruntung seperti mereka," lanjutnya.
Sumber: DailyMail