Seorang pemulung bernama Xiong Jianguo menemukan seorang bayi perempuan yang kelaparan di dalam sebuah tempat sampah ketika ia tengah mencari botol plastik bekas.
Xiong Jianguo kemudian mengambil bayi perempuan itu dan menamainya Yan Yan. Sejak itu, Yan Yan diasuh oleh Jianguo dan mereka berdua tinggal di kolong jembatan, di sebuah "rumah" yang hanya terdiri dari sebuah alas tidur dan sebuah selimut.

Demi Yan Yan, Jianguo menjadi lebih giat mencari nafkah. Beberapa tahun kemudian, Yan Yan yang mulai beranjak tumbuh mulai membantu Jianguo mengumpulkan botol plastik bekas. Karena tidak memiliki uang, Yan Yan pun tidak bisa bersekolah. Melihat hal itu, Jianguo yang sebenarnya hanya lulusan kelas tiga sekolah dasar kemudian membelikan buku khusus untuk mengajar Yan Yan.
Beruntung Yan Yan adalah seorang anak yang baik dan penurut. Setiap malam, dia selalu tekun belajar walaupun di tengah cahaya lampu yang redup. Melihat hal itu, Jianguo pun seringkali menyuruh Yan Yan berhenti belajar dan beristirahat.
Dalam hal belajar, Yan Yan sebenarnya adalah anak yang pandai. Ia bisa menyelesaikan sebagian besar soal matematika dan menghafal belasan puisi.

Di sekitar tempat tinggal Jianguo dan Yan Yan, kebanyakan ditumbuhi rerumputan, sehingga ketika malam tiba, banyak sekali nyamuk. Kaki Yan Yan pun bentol-bentol digigiti nyamuk, namun ketika orang-orang menanyakan apakah ia menderita tinggal di situ, jawaban Yan Yan sangat mengejutkan, "Tidak peduli menderita atau tidak, asalkan ada ayah di situ, maka di situlah rumah saya."

Jianguo menjadikan hari di mana Yan Yan ditemukan menjadi hari ulang tahunnya. Setiap kali hari itu tiba, Jianguo akan membelikan Ya Yan kue bolu kecil dan juga mengambil foto Yan Yan. Walaupun mereka berdua tidak memiliki tempat yang layak untuk berteduh, namun perasaan saling menyayangi di antara mereka patut kita teladani ya!


Sumber: Cerpen