"Sudah sampai umurnya kamu harus nikah", "Kalau gak nikah tar gak ada yang mau lagi lho"...
Mungkin itu bunyi kalimat yang sering dilontarkan oleh orang tua kepada putri mereka yang sudah cukup umur tapi belum menikah.
Tapi ada seorang ibu berkata,
"Putriku, jangan sembarangan menikah, walaupun sendiri, kamu tetap bisa hidup dengan baik...
Kecuali kamu menemukan pria yang tulus baik padamu, bisa melindungimu
dan menyayangimu, menikahimu karena ia cinta padamu, bukan karena kamu
bisa melahirkan anak untuknya atau menjadi pembantunya, maka ayah ibu
baru rela melepaskanmu…"
Menikah bukanlah perkara mudah. Jika bisa, janganlah menikah tanpa
pemikiran yang matang, karena taruhannya adalah separuh hidupmu kelak!

Menikah juga bukan perkara umur. Bukan berarti sudah umurnya menikah
harus menikah. Percayalah, pernikahan karena umur belum tentu bahagia,
dan bayarannya adalah separuh hidupmu yang tadinya bisa begitu berwarna!
Ada seorang gadis muda baru lulus S1, usianya baru 21, lulusan
universitas ternama pula. Tadinya ia semangat berkarir, tapi karena
dilanda asmara, ia malah memilih untuk menikah di usianya yang masih
begitu belia.
Ibunya pun bertanya, "Untuk apa menikah?" Ibu yang telah bersusah
payah membesarkan putrinya tentu tahu bahwa putrinya masih memiliki hal
yang lebih penting untuk dilakukan daripada menikah.
"Ibu ingin kamu mandiri, berpendidikan, menjadi wanita yang hebat.
Usiamu masih begitu muda, kamu seharusnya mencari lebih banyak
pengalaman, mengenal lebih banyak orang, menikmati masa muda dan
kebebasanmu selagi bisa. Dunia ini begitu luas untuk kamu jelajahi, kamu
bisa melakukan apapun yang kamu mau, bukannya menjadi istri orang,
melepaskan impianmu dan hal-hal yang ingin kamu capai dalam hidup."
Tidak salah, pernikahan bagi pria mungkin adalah sebuah tempat untuk
berpulang, berteduh, beristrihat ketika lelah, tapi di sisi lain,
pernikahan bisa menjadi sebuah "gembok" bagi wanita.

Pria tidak akan rugi apa-apa karena ia mendapatkan seorang pengganti
ibu yang akan mengurusinya dan menjadi pengasuh bagi anak-anaknya,
sedangkan wanita, pernikahan akan mengunci seluruh hidupnya.
Ketika wanita memilih untuk menikah dan mempunyai anak, hidupnya tak
lagi sama seperti dulu. Beberapa bagian yang ada dalam dirinya akan
berhenti sampai situ saja.
Pernikahan seperti sebuah perjudian, bayarannya adalah separuh hidup. Kalau sembarangan diadu, maka pastinya akan rugi besar.
Ada seorang teman kantor wanita, usianya sudah 30an tapi belum
menikah. Awalnya orang tuanya juga ngebet dan menyuruhnya untuk
buru-buru mencari jodoh, tapi begitu melihat mereka yang sudah menikah
cerai satu per satu, mereka tak lagi menyuruhnya untuk menikah.
"Menikah dengan orang yang salah, bayarannya seumur hidup, tapi
menikah dengan orang yang tepat, sama dengan sukses dalam hidup."
Ketika seorang wanita ditanya, "Jika ada kehidupan berikutnya, apa
kamu akan menikah dengan suamimu yang sekarang?", ia menjawab, "Tidak
akan. Saya mengira menikah dengannya bisa memberiku rasa aman, tapi
siapa sangka rasa tidak aman itu berasal dari dia."

Para wanita yang menikah dengan orang yang salah hanya bisa meratapi nasib dan berujung pada perceraian.
Masa muda wanita itu berharga. Jangan kamu boroskan itu pada pria yang salah.

Pria sejati akan menyayangi wanitanya seperti layaknya putri sendiri,
sedangkan pria yang tidak mencintai wanitanya akan memperlakukannya
sebagai pengganti ibunya.
Lebih baik terlambat menikah ketimbang menikah dengan orang yang salah.
Jangan sembarangan mencari orang lalu menikah, tetaplah melajang
hingga muncul orang yang pantas kamu lewati separuh hidupmu bersama.
Jangan menikah karena gengsi, jangan menikah karena ayah ibu, jangan
menikah karena omongan orang lain, menikahlah dengan orang yang
benar-benar untukmu.

Carilah seseorang yang tidak akan sembarangan menjadikanmu pelampiasan amarahnya di rumah,
Carilah seseorang yang tidak perhitungan jika kamu menggunakan uangnya sedikit saja,
Carilah seseorang yang cukup bijak dan dewasa bagi anak-anakmu,
Carilah seseorang yang bisa memahami dan mengerti kesibukanmu sebagai seorang istri dan seorang ibu,
Carilah seseorang yang mau menggandeng tanganmu hingga tua nanti,
Sebelum orang itu muncul, jangan sembarangan menikah.
Sumber: CYP