Tahun itu, si istri mengenal seorang pria lain di luar. Ia merasa
pria itu sungguh berbeda, pria itu sangat romantis dan penuh daya tarik,
setiap saat bertemu dengan pria tersebut ia merasa hatinya yang sudah
dingin dan bosan langsung terobati dan "panas" akan gairah cinta
kembali.
Sudah beberapa tahun lamanya, ia merasa penat, ia terus mengurung
diri di rumah, tiduran di sofa bahkan bisa tidak makan seharian. Tapi
semenjak bertemu pria tersebut, segalanya berubah, ia merasa semangat
hidup kembali menghampirinya...

Sang suami langsung merasakan keanehan pada istrinya dan bertanya,
"Kamu di luar sana ketemu pria lain yang tertarik padamu, ya?"
Si istri pun langsung menganggukkan kepala dan menjawab iya..

Suami pun membalas, "Wah, bagus, dong! Tapi hati- hati, harus jaga 'jarak'!"
Si istri pun merasa bingung, ini seharusnya bukan kalimat yang bisa dikatakan suami.
"Kenapa harus jaga jarak? Boleh gak terus jalankan sampai kita cerai?", tanya istri penasaran.
Suami pun menjawab, "Tidak bisa, makanya sekarang aku memperingatkan kamu."
"Ini yang namanya pernikahan, kalau kamu perhatikan di luar sana,
pasti banyak sekali suami istri yang keadaannya sama seperti kita saat
ini. Bila yang dimiliki kedua orang hanya 'perasaan cinta', maka
keduanya suatu saat pasti akan lelah. Kita sudah menikah bertahun-
tahun, kita sudah mengenal satu sama lain dengan baik, kita saling
sentuh ini itu sudah seperti menyentuh punya pribadi, di antara kita
bukan lagi ada perasaan cinta namun sudah kepemilikan. Kamu kini bertemu
pria lain yang memberimu sensasi berbeda, makanya kamu merasa ia baik,
sedangkan kita tidak. Tapi apa ini benar? Sama sekali salah! Kalau kamu
menikah dengannya, kamu pasti akan sadar kalau pernikahan kita sudah
yang paling tepat. Belum tentu kamu bisa mendapatkan kehidupan seperti
ini bila menikah dengan pria tersebut!

Semua ini karena kita berdua sudah tidak ada pembatas hati. Kita
punya anak, membeli dan membangun rumah keluarga bersama. Perjuangan
yang kita lakukan selama ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk
membahagiakan keluarga dan anak. Sedangkan kamu dengan pria itu? Dari
awal kalian sudah berasal dari dua keluarga yang berbeda, ia punya
seorang putri, kamu punya seorang putra, lama- kelamaan mereka akan
saling bersaing dan akhirnya selamanya tidak akan mendapatkan
keseimbangan keluarga. Saat ada perasaan muncul, semuanya tampak sangat
nyaman dan indah, tapi kalau perasaan tersebut sudah hilang, pria
tersebut akan menjadi orang asing bagimu! Jangan sampai kamu menyesal
bila saat itu tiba.. Jadi, kalau kamu masih merasa pria tersebut lebih
baik, silakan pilih dia.."
Perkataan suaminya ini langsung membuat si istri menangis keras.
Entah kenapa saat itu ia langsung ingin memeluk erat suaminya dan minta
maaf. Sejak saat itu si istri pun tidak pernah lagi membahas tentang
cerai.
Ya, yang namanya pernikahan pasti ada saatnya akan terasa hambar,
karena pernikahan bukanlah perasaan cinta yang disatukan melainkan
kerjasama dan komitmen. Komitmen yang terikat ini juga disertai tugas
dan tanggung jawab, dari awalnya pernikahan memang bukan untuk mengejar
keromantisan. Manusia bisa berubah, bila pernikahan hanya bergantung
pada perasaan, maka pernikahan tersebut pasti tidak akan bertahan lama,
perasaan cinta bisa sewaktu- waktu hilang,sob!
Banyak sekali orang yang jatuh dalam rasa hambar, lalu melupakan
tanggung jawab, karena itu mengingatkan akan komitmen pernikahan ini
sangat penting. Kita harus belajar menghargai orang- orang di sisi kita
saat ini.

Wanita harus belajar mengontrol perasaan dan mempertahankan
komunikasi dengan pasangannya. Harus belajar memiliki hati yang
memaklumi, percaya dan mengerti!
Pria harus belajar mengasihi dan memperhatikan istri. Satu kalimat
sederhana dari mulutmu bisa membuat istrimu mengerjakan segala sesuatu
tanpa keluhan dan penyesalan!
Tingkat tertinggi dari perasaan cinta kasih yang berkomitmen adalah
perasaan hambar bertahun- tahun, namun tetap tidak berpisah meski
bertengkar, tidak pergi meskipun marah.
Meski kamu sudah berusaha setengah mati untuk menjadi langsing dan
cantik, bila seseorang tidak mencintaimu, ia tetap tidak akan
mencintaimu. Orang yang sungguh- sungguh mencintaimu tidak akan pernah
mempedulikan fisik, mau kamu menjadi gemuk, jelek, kendor apa pun itu,
orang tersebut tidak akan merubah sikap dan perhatiannya padamu.
Uang, tidak mungkin memeliharamu seumur hidup. Pria, juga tidak akan
memujamu seumur hidup. Pria harus dibawa untuk menemani hari- harimu,
bukannya untuk diperbandingkan. Jadi jangan mencari pria hanya karena
tampan dan kaya, carilah pria yang menyayangimu dan bisa mengerti dirimu
apa adanya dengan sepenuh hati.
sumber: post01