Umumnya kita sebagai orangtua pasti selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Namun sayangnya, tidak semua orangtua beruntung untuk bisa melakukan itu. Seperti sebuah kisah yang dibagikan oleh seorang guru dari Kota Butuan, Filipina suatu hari memutuskan untuk makan siang di dalam kelas dan bukan di kantin.

Awalnya nampak tak ada yang aneh. Namun saat dia makan bersama murid-muridnya, dia terkejut saat mengetahui bahwa salah satu siswanya sedang makan kacang pilus dan kerupuk dengan nasi.
Anak tersebut bernama Joshua. Ia makan dengan lahap walaupun berlaukkan kerupuk dan kacang pilus. Rupanya, Joshua tidak punya uang untuk membeli makanan. Mirisnya siswa itu biasa makan berlauk kerupuk dan kacang pilus dengan nasi di sekolah maupun di rumah.


Itu membuat terenyuh gurunya dan memutuskan untuk menanyai muridnya itu. Dia kemudian mengetahui bahwa anak itu hanya memiliki uang sebanyak 3 peso (Rp.700 rupiah) untuk membeli lauk.
"Joshua apa yang kamu makan itu?" tanya sang guru.
"Supercrunch (kerupuk dan kacang pilus) saya makan itu bersama nasi." jawab Joshua.


"Kamu makan itu setiap hari? Kenapa kamu tidak mencoba sesuatu yang berbeda seperti ikan kering misalnya?."
"Itu karena saya hanya punya uang tiga peso. Tiga peso itu satu-satunya uang saku saya untuk beli makanan. "

Sementara banyak anak-anak dan orang dewasa menyia-nyiakan makanannya, anak ini tidak punya pilihan selain makan kacang pilus seperti itu dengan nasi setiap hari. Yuk ajarkan anak-anak kita untuk selalu bersyukur, dan kita adalah ornag yang beruntung. Semoga kelak anak-anak yang tak seberuntung kita bisa sukses ya...
Sumber: Youtube