Baru-baru ini ramai diperbincangkan dipublik tentang tayangan atau
tontonan alay. Tayangan komedi, acara musik, bincang-bincang yang banyak
muncul di stasiun televisi, banyak mengundang kritikan keras. Pasalnya
tayangan tersebut sering berisi candaan yang berlebihan, kata-kata
kasar, dan penuh gimmick yang bukan hanya tak mendidik tapi juga banyak
melakukan pembohongan publik namun sayangnya para penonton termakan
drama seolah-olah hal tersebut nayta sehingga menimbulkan kemarahan
antar penggemar atau gosip-gosip serta isu yang tak benar.

Salah satu kritikan keras justru muncul dari kalangan pelaku industri
hiburan sendiri, Deddy Corbuzier. Ia menyebut tayangan yang banyak
muncul dengan tayangan 'alay', yang efeknya sangat buruk bagi anak-anak.
Terutama pada mereka yang tak punya pilihan tontonan lain.

Selaras dengan kritik Deddy Corbuzier, psikolog anak yang juga
praktisi terapi Bach Flower Remedies Alva Paramitha mengatakan, tayangan
tersebut berdampak negatif pada anak.
Menurut Alva, tayangan-tayangan penuh gimmick, drama berlebihan, dan
candaan yang kelewatan bisa berpengaruh pada sifat dan kesehatan mental
anak.

"Tayangan apa pun yang mempertontonkan sikap hidup, gaya hidup
yang dibuat-buat, atau terlalu drama pasti akan memberikan masukan cara
berpikir bagi orang yang menonton," kata Alva dikutip dari Liputan6.
Tayangan semacam itu, menurut Alva juga dapat merusak otak anak. Hal ini karena stimulasi yang buruk terus-menerus.
"Ada fungsi eksekutif atau penyelesaian masalah di bagian otak
kita. Bayangkan bagaimana otak bekerja, apabila distimulasi dengan
tontonan yang tidak baik," kata Alva.

Alva sendiri mendukung agar orangtua harus menyeleksi tontonan yang
dilihat anak dan remaja. Hal ini mengingat banyaknya tayangan televisi
yang sebetulnya tidak memberikan nilai edukasi sama sekali untuk anak.
"Filter utama harusnya di orangtua. Jadi akan sulit kalau orangtua ikut menonton dan menikmatinya," ujar Alva.
Sumber: Dream