Usia anak yang terus bertumbuh, semakin tinggi pula kecenderungan Si
Kecil untuk melakukan berbagai hal yang sebenarnya tidak patut untuk
dilakukan. Salah satunya adalah kebiasaan suka berteriak pada Mama
maupun orang lain di depan publik. Hal ini disebut dengan istilah
tantrum.
Selain karena beberapa alasan lain yang memungkinkan, sikap tersebut
disebut dapat terbentuk karena kebiasaan yang sudah melekat di kehidupan
sehari-harinya saat menjalani proses tumbuh kembang. Tentu, sebagai
orangtua, Mama menginginkan Si Kecil kesayangan Mama tidak bertumbuh
dengan kebiasaan tersebut, bukan?
Don’t worry! Saat anak mama sudah memasuki usia 1 tahun, Mama dapat
melakukan upaya yang dapat mencegah dirinya dari sikap suka berteriak.
Dilansir dari situs Parents, setidaknya ada 7 cara yang bersifat efektif
untuk diterapkan pada Si Kecil agar ia terbiasa memiliki sikap dan cara
berbicara yang lembut. Berikut tips seperti dilansir popmama.com :
1. Menjadi role model yang tepat

Dalam mengatasi segala isu atau permasalahan mengenai anak, secara
khusus pada pembentukan karakter, para pakar di bidang anak terus
menekankan bahwa solusi yang terbaik selalu dimulai dari pribadi Mama
sebagai orangtua yang dipandang Si Kecil sebagai role model.
Hal ini dilandaskan oleh berbagai hasil studi ilmiah mengenai proses
tumbuh kembang anak yang kerap menemukan kecenderungan anak kecil yang
selalu tertarik mengikuti gerak-gerik orangtua dan orang-orang terdekat
lainnya.
Atas dasar itu, Mama sangat dianjurkan untuk selalu berbicara dengan
suara lembut saat anak mama terbangun, baik saat ia melihat Mama maupun
tidak. Dengan contoh baik yang Mama tunjukkan secara rutin, Si Kecil pun
akan terdorong untuk mengikuti sikap Mama yang selalu berbicara lembut
dan pelan.
Seperti kata pepatah, pada akhirnya, “Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya,” bukan?
2. Tunjukkan cara berkomunikasi yang benar

Untuk membantu Si Kecil benar-benar terbiasa tidak berteriak, Mama
disarankan untuk jangan hanya fokus pada penerapan volume suara saat
berbicara yang lembut dan pelan. Akan jauh lebih efektif jika Si Kecil
juga diajarkan mengenai cara berkomunikasi yang benar.
Sebagai contoh, ajarlah cara menyapa seseorang yang benar, cara
meminta tolong, cara bertanya dan semacamnya. Saat Mama memberi
pemahaman akan hal-hal tersebut, Mama pun dianjurkan untuk memberi
contoh nyata saat membangun komunikasi dengan Si Kecil. Hal ini akan
sangat efektif dalam mengajar Si Kecil untuk mengetahui bagaimana cara
memulai percakapan serta memberi respon.
Alhasil, Mama dapat sukses meminimalisir kecenderungan Si Kecil untuk
berteriak saat hal-hal tertentu mendorongnya untuk melakukan hal
tersebut. Sebaiknya, sejak dini Si Kecil sudah ditanamkan pengetahuan
mengenai etika berkomunikasi yang benar.
3. Ajar cara mengekspresikan sesuatu

Salah satu faktor sekaligus alasan utama yang membuat kebanyakan anak
kecil suka berteriak adalah kesulitan mengutarakan atau mengekspresikan
perasaan dan pikirannya. Hal ini dijelaskan sendiri oleh seorang pakar
anak sekaligus penulis buku, Michelle LaRowe.
Dalam pernyataannya kepada parents.com, ia menyebut bahwa fakta ini
harus membuka mata para orangtua terhadap pentingnya mengajarkan cara
mengekspresikan perasaan anak. Hal ini berpotensi membuat Si Kecil untuk
kelak tidak memilih cara yang salah dalam mengutarakan isi hatinya,
seperti berteriak.
Caranya, Mama harus peka terhadap ekspresi wajah Si Kecil dan
mendorongnya untuk berbicara. Sebagai contoh, saat Mama melihat Si Kecil
menunjukkan ekspresi wajah yang sedih atau kesal. Mama disarankan untuk
langsung menghampirinya dan mengatakan, “Mama mengerti kamu sepertinya
sedih. Apa yang membuatmu sedih?” Dari situ, Mama dapat mendorong anak
mama untuk mengutarakan perasaannya dengan berkomunikasi.
Hal ini akan sekaligus memberi pemahaman padanya kalau Si Kecil
seharusnya memilih langkah untuk cerita kepada Mama mengenai
perasaannya, ketimbang memilih untuk memendam dan lalu berteriak begitu
saja.
4. Konsisten pada peraturan

Kecenderungan anak kecil yang suka berteriak juga dapat disebabkan
karena keinginannya untuk mendapatkan sesuatu bagaimanapun caranya.
Biasanya, hal ini terjadi karena Si Kecil terbiasa menjalani hari-hari
tanpa adanya aturan-aturan yang membatasi ruang lingkupnya secara
konsisten.
Sebagai contoh, anak mama sedang menonton televisi di waktu
santainya. Setelah memakan waktu lama, Mama pasti akan memintanya untuk
berhenti dan melakukan hal lain, seperti tidur siang.
Jika Mama terbiasa untuk membiarkan Si Kecil untuk terus melanjutkan
aktivitas menontonnya hanya karena Si Kecil tidak mau berhenti, kelak
saat Mama tidak mau membiarkan hal tersebut lagi, Si Kecil akan menolak
dengan berteriak sebagai pembelaan dan tuntutan. Soalnya, pikir Si
Kecil, Mama pernah membiarkannya sebelumnya.
Karena itu, Mama harus konsisten dalam menerapkan aturan-aturan yang
telah dibuat. Tentu, Mama harus melakukannya dengan pendekatan yang baik
dan membutuhkan kesabaran untuk hal ini ya, Ma!
5. Atur rutinitas anak mama dengan baik dan adil
Sebagaimana aturan dalam kehidupan Si Kecil harus bersifat konsisten,
begitu pulang aktivitas rutinitas Si Kecil dalam menjalani
kesehariannya. Namun, di atas segalanya, Mama disarankan untuk
memastikan bahwa rutinitas keseharian Si Kecil teratur dengan baik dan
adil.
Maksudnya, Mama harus memastikan bahwa Si Kecil memiliki waktu untuk
melakukan hal-hal yang harus dilakukannya, seperti makan siang, makan
malam, tidur siang dan semacamnya. Akan tetapi, jangan lupa untuk
memberikan waktu santai yang cukup untuk dilakukannya agar Si Kecil
merasa senang dan dihargai kegemarannya.
Perasaan dan emosi yang baik akan meminimalisir kecenderungan Si
Kecil untuk berteriak sebagai alih-alih, menuntut hiburan yang
diingininya. Jangan terlalu strick pada anak mama yang masih kecil dan
polos, ya!
6. Puji sikap Si Kecil yang baik

Dalam artikel kami sebelumnya di sini, para pakar di bidang anak
menjelaskan bahwa cara yang tepat untuk melatih kebiasaan disiplin anak
mama bukan dengan memberi sanksi atas perlakuan yang salah. Sebaliknya,
Mama diharapkan untuk menunjukkan bahwa sikap yang baik menghasilkan
reward, seperti pujian.
Hal ini dinilai lebih efektif karena anak kecil pada umumnya memiliki
keinginan yang besar untuk mendapatkan hadiah. Di usianya yang kecil,
mendapatkan pujian dari Mama tercinta memiliki nilai yang sangat besar
sebagai hadiah.
Maka dari itu, untuk mendorong Si Kecil terus membangun kebiasaan
yang baik dalam berbicara, Mama dianjurkan untuk terus memberi pujian
setiap kali Si Kecil menunjukkan cara berkomunikasi yang benar,
mengekspresikan perasaan dan pikiran pada Mama, serta berbicara dengan
nada suara yang pelan.
Pujian tersebut akan menjadi pemacu yang membuat anak mama akan terus
melakukan ketiga hal penting tersebut. Wah, Mama pasti senang dan
semakin bangga pada Si Kecil!
7. Luangkan waktu dengan Si Kecil

Mama haruslah membangun hubungan yang dekat dengan anak mama sejak
dini dengan tidak lupa meluangkan waktu bersamanya. Hubungan yang dekat
antara Mama dengan Si Kecil sangat berpotensi menciptakan dan
mempertahankan sikap dan etika berbicara yang baik.
Hal ini diakui sendiri oleh seorang pakar di bidang anak bernama
Nicholas Long, Ph.D. yang mengatakan, “Anak kecil yang memiliki hubungan
yang sangat dekat dengan orangtua akan mudah menerima dan menerapkan
ajaran yang diberikan orangtua.”
Sebuah buku berjudul Parenting the Strong-Willed Child: The Third
Edition pun turut mendukung, di mana disebutkan bahwa, “semakin dekat
hubungan Mama dengan Si Kecil, maka semakin kecil kemungkinan anak mama
bertumbuh dengan kelakuan tidak baik.”
Maka dari itu, agar anak mama tersayang bertumbuh dengan kebiasaan
baik yang salah satunya adalah tidak suka berteriak, Mama sangat
disarankan untuk membangun hubungan yang dekat dengan Si Kecil layaknya
seorang sahabat sejati.
Jika anak Mama sudah terlanjur menunjukkan sikap yang suka berteriak,
khususnya di depan umum, jangan putus asa karena selalu ada solusi
untuk proses tumbuh kembang anak mama! Yuk, intip solusinya di sini!
Good luck, Ma!
Sumber: Banten News