Sebagian masyarakat Indonesia masih memegang kepercayaan kalau
seorang wanita yang selaput daranya sudah sobek berarti dia sudah tidak
perawan lagi. Tidak perawan karena melakukan hubungan seksual yang
menyebabkan sobeknya selaput dara. Bahkan ada saja yang ingin
membuktikan keperawanan wanita dengan melakukan tes keperawanan.

Apakah itu perlu? Apakah keperawanan memang ditentukan dari keutuhan
selaput dara? Sebelumnya kita harus tau apa hubungannya selaput dara dan
keperawanan bagi wanita.
Selaput dara adalah selaput tipis yang ada di dalam vagina. Letaknya
tidak sampai ke dalam mulut rahim. Bentuknya seperti cincin dengan
lubang kecil tempat keluarnya darah haid. Karena letaknya yang tidak
dalam, selaput dara bisa dilihat dengan cermin. Caranya cukup dengan
membuka bibir vagina atau labia. Tapi tidak semua wanita bisa mengetahui
keberadaan selaput daranya sendiri.

Semakin bertambah usia, selaput dara biasanya akan semakin menebal,
berubah bentuk dan makin elastis. Hal ini dipengaruhi hormon dalam tubuh
wanita, termasuk hormon estrogen.
Karena selaput dara ini tipis, jadi mudah sekali sobek. Sobeknya pun
bisa karena berbagai hal, termasuk karena berhubungan seksual. Nyatanya,
selaput dara bisa sobek karena berolahraga, berkuda, besepeda, terjatuh
atau mungkin manstrubasi menggunakan alat seks. Tindakan medis pun bisa
membuat selaput ini sobek.

Selaput dara anak-anak pun ternyata juga bisa sobek. Terjatuh saat
bermain atau trauma fisik lainnya yang menyobek selaput ini. Namun untuk
anak-anak dan remaja, selaput dara bisa cepat pulih dibanding wanita
dewasa.
Namun anggapan orang selama ini adalah, selaput dara yang sobek
menandakan hilangnya keperawanan. Apakah hal ini benar? Sebenarnya tidak
semua wanita punya robekan selaput dara saat berhubungan seksual
pertama kali. Karena letak selaput ini pun berbeda-beda tiap wanita.
Bahkan ada wanita yang tidak memiliki selaput tipis ini.
Menurut penelitian, pendarahan yang terjadi saat selaput dara sobek
hanya terjadi pada perempuan. Jadi utuh atau tidaknya selaput dara tidak
menentukan keperawanan, atau mengasumsikan bahwa ia sudah pernah
berhubungan seksual atau belum. Banyak faktor yang bisa menyobek selaput
dara selain berhubungan intim.
Sumber: Dokter Sehat