Para orangtua pasti tahu bahwa anak harus divaksinasi setelah lahir.
Ya, sejak lahir hingga anak berusia 12 tahun, harus divaksinasi.
Vaksinasi sendiri adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh untuk
memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit.
6 tahun yang lalu, Jono bertemu dengan istrinya sekarang, hingga
akhirnya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Di tahun pertama
pernikahannya, ia memiliki seorang bayi, namun sejak lahir sang bayi
sering mengalami alergi. Mereka lalu memeriksakan anaknya ke dokter dan
memang anaknya tergolong orang yang mudah alergi. Meski begitu, mereka
berdua menganggapnya sebagai hal yang sepele dan tidak ada tanda yang
mencurigakan setelah vaksinasi pertama.
Hingga sampai sang anak diperbolehkan menerima vaksin polio, mereka
pun membawanya ke dokter dan memberikan vaksinasi. Ketika sore hari
setelah sampai di rumah, anaknya mulai demam, wajah mulai biru, dan
bibirmu ungu. Keduanya berpikir bahwa itu adalah hal yang wajar terjadi
setelah vaksinasi.

Hingga kejadian mengejutkan terjadi pada subuh hari ketika sang ibu
bangun dan ingin memberikan susu kepada bayinya, ia menyadari anaknya
tidak bernapas. Mereka pun segera membawa anaknya ke rumah sakit.
Meski dokter telah berusaha semampunya, pada akhirnya anaknya gagal
untuk diselamatkan. Setelah dokter menelusuri alasan di baliknya,
ternyata semua itu karena alergi sang anak yang tidak cocok untuk
vaksin. Sebelumnya, baik Jono maupun istrinya tidak mengatakan kepada
dokter bahwa anaknya memiliki alergi. Ditambah lagi, keduanya tidak
memberikan perhatian lebih mengenai masalah sang anak.

Ya, meski vaksinasi adalah hal yang baik, namun belum tentu cocok
untuk semua orang. Ketika orangtua membiarkan anaknya divaksinasi, maka
orangtua harus memperhatikan dan memahami sistem tubuh anak untuk
mencegah hal tragis seperti kisah di atas terjadi.

Dalam keadaan seperti apa bayi tidak cocok untuk divaksinasi?
1. Bayi sedang demam, flu, diare, muntah-muntah, maka beberapa vaksinasi tidak dapat dilakukan
2. Jika bayi sedang menderita hepatitis, tuberkulosis atau penyakit
jantung yang serius. Vaksinasi malah akan memperburuk kondisinya
3. Bayi yang memiliki penyakit kulit
4. Bayi yang alergi, sebaiknya orangtua berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan vaksinasi
5. Jumlah trombosit bayi rendah atau ada masalah pendarahan lain.
Nah, itu dia yang harus diperhatikan ketika ingin memberikan vaksin kepada anak. Yuk share artikel ini ke teman-temanmu!
Sumber: womenclub