Setiap wanita karir yang baru melahirkan pasti pernah mengalami
kegalauan antara balik kerja lagi setelah cuti atau keluar kerja menjadi
full-timer ibu rumah tangga?
Aku juga mengalami hal yang sama. Saat itu, aku baru saja melahirkan.
Aku bingung apakah harus kembali bekerja atau menjadi full timer ibu
rumah tangga? Sejujurnya aku ingin menjadi full timer ibu rumah tangga
karena aku ingin sepenuhnya mengurus anakku sendiri tanpa bantuan
babysitter. Aku ingin melihat tumbuh kembang anakku dan tidak mau
terlewatkan setiap momennya.
Tapi kalau aku keluar dari pekerjaanku kondisi keuangan keluargaku
pasti akan goyang. Suamiku harus seorang diri berjuang menghasilkan uang
demi memenuhi kebutuhan bulanan yang semakin bertambah karena ada bayi.
Apa yang akan dikatakan ibu mertuaku ya?

Sebenarnya semua itu balik lagi pada diri kita dan kondisi keluarga
kita sendiri. Keputusan untuk kembali lagi bekerja maupun menjadi full
timer ibu rumah tangga semuanya tidak ada yang salah dan tidak ada yang
benar. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda, tapi berikut adalah beberapa
poin yang harus kamu pertimbangkan.
Orang seperti apa yang cocok menjadi full timer ibu rumah tangga?
1. Keluarga (khususnya suami) sangat mendukung kamu menjadi full timer ibu rumah tangga.
Poin ini sangat penting karena dengan dukungan suami dan keluarga,
kamu bisa mengurus dan membesarkan anak tanpa rasa khawatir. Kamu harus
membicarakan masalah ini baik-baik dengan suamimu. Kemudian kamu juga
harus mempersiapkan hati dan mental kamu karena suatu hari pasti ada
orang yang akan mengatai kamu pemalasan dan sebenarnya hanya ingin
berdiam di rumah saja.

2. Kamu bukan berhenti bekerja untuk selamanya tapi hanya berhenti sementara.
Kamu akan di rumah menjadi full timer ibu rumah tangga selama
beberapa tahun dan tunggu hingga anakmu masuk ke TK. Setelah itu, kamu
bisa pertimbangkan lagi untuk mulai bekerja, entah bekerja di kantor
atau kamu memulai usaha sendiri sehingga bisa kamu kerjakan dari rumah.
3. Kamu terlahir sebagai orang yang rajin bebersih dan sabar.
Menjadi full timer ibu rumah tangga sangat melelahkan. Kamu harus
memberi makan dan minum anakmu, memandikan mereka dan mengajarkan
mereka. Selain itu, kamu juga masih harus memasak dan membersihkan
rumah. Kalau kamu tidak memiliki jiwa untuk rajin bebersih dan sabar,
dijamin yang ada kamu malah stress sendiri.
Tiga hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum keluar dari pekerjaan:
1. Menjadi full timer ibu rumah tangga adalah murni keputusan hatimu, bukan tekanan dari orang lain.

2. Ketika kamu memutuskan menjadi full timer ibu rumah tangga berarti
pemasukan setiap bulannya berkurang satu sumber. Kamu harus yakin dan
perhitungkan dengan baik kalau pendapatan suami kamu cukup untuk
memenuhi segala kebutuhan.
3. Lewat beberapa tahun dari sekarang, anak kamu mulai tumbuh besar
dan mulai bisa melakukan beberapa hal sendiri. Maka dari itu, sebagai
full timer ibu rumah tangga bukan berati hanya di rumah dan tidak
berkembang. Kamu juga tetap harus melakukan sesuatu yang dapat
mengembangkan potensi dan bakat kamu misalnya, membuat kue, memasak,
merajut dan lain-lain.
Sebelum membuat keputusan, pikirkanlah baik-baik dan matang serta
jangan membuat keputusan di saat kamu sedang emosi. Kamu harus konsisten
dengan keputusan yang telah kamu buat.
Sumber : womenclub