Setiap orang pasti menantikan saat kelahiran bayi mereka dan terlebih
lagi mengharapkan bisa mendampingi proses pertumbuhan mereka. Namun,
Holly Gerlach, seorang ibu pemula asal Kanada, ternyata tidak begitu
beruntung.

Setelah melahirkan tidak sampai beberapa minggu, tiba-tiba dia
merasakan kedua kakinya tidak bertenaga dan lehernya sangat sakit.
Setelah dibawa ke rumah sakit, ternyata keadaannya semakin memburuk.
Bagian tubuhnya dari leher ke bawah mengalami kelumpuhan, sehingga dia
dirawat di dalam unit perawatan intensif (ICU).

Holly didiagnosa menderita Guillain-Barré syndrome, yaitu penyakit
autoimun akut yang mempengaruhi saraf, sehingga dia memerlukan
respirator dan sekumpulan peralatan medis lainnya untuk bisa bertahan
hidup.

Holly hanya bisa menggerakkan kepalanya dan dia hanya bisa berbiacara
dengan suara samar: "aku sangat kesakitan" dan "sayang". Di dalam
hatinya, dia merindukan kehadiran putrinya.

Holly sempat terpikir untuk menyerah, namun pada akhirnya dia tetap memilih untuk bertahan.

Dia berkeras agar setiap hari bisa melihat putrinya dan hal ini membuatnya bertekad untuk menjadi seorang ibu yang baik.

Tak lama kemudian, Holly berusaha mengandalkan kemampuannya untuk
mulai bernapas sendiri. Perlahan-lahan anggota badannya mulai bisa
bergerak kembali.

Sekitar 70 hari kemudian, secara ajaib dia bisa pulih dan berbicara
dengan baik, sehingga dia bisa keluar dari unit perawatan intensif
(ICU).

Tidak hanya itu, dia juga bisa bergerak sendiri dengan kursi roda.
Dia mengatakan bahwa setiap kali memikirkan putri dan keluarganya, dia
akan sangat bersemangat untuk bisa pulih seperti sedia kala.

Setelah 3 bulan menjalani terapi fisik dan rehabilitasi, Holly akhirnya bisa berdiri dengan kakinya sendiri!

Dia sangat senang akhirnya bisa merawat putrinya dengan tangannya sendiri, serta menyusuinya dan memeluknya..

Dalam menjalani rehabilitasi tentu saja harus bersabar. Dia
menghabiskan total 126 hari sebelum akhirnya bisa meninggalkan rumah
sakit dan berjalan sendiri pulang ke rumah.

Holly mengatakan bahwa saat itu dia sama seperti bayi. Semuanya harus
dia pelajari dari awal, mulai dari makan, berjalan, menulis, dan
sebagainya.

Setelah benar-benar sembuh, dia mulai berolahraga untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya dan agar lebih sehat.

Dia juga ingin mengucapkan terima kasih kepada putrinya karena telah
memberikan dia kekuatan hidup yang besar dan kepada tim medis yang telah
mendukungnya sampai sekarang.

Dia juga berbagi pengalamannya di internet. Dia berharap mereka yang
juga sedang berjuang melawan penyakit yang sama dengannya memiliki
harapan yang lebih besar untuk sembuh.

Sumber: teep