Ketika hamil, perasaan Mam dan juga pasangan tentu bercampur aduk.
Mulai dari bahagia, bersyukur, dan perasaan yang membahagiakan bergabung
menjadi satu. Tapi selain itu, ada sedikit kekhawatiran pada diri calon
ibu yang mendengar kalau hamil bisa membuat dirinya gemuk dan membuat
penampilannya tidak semenarik dulu.
Padahal menghadapi kenaikan berat badan ketika hamil merupakan hal
yang wajar dan pasti dialami oleh setiap ibu di manapun ia berada.
Bahkan pada beberapa poin, memiliki kenaikan berat badan justru membawa
manfaat bagi kesehatan si kecil. Apa saja manfaatnya? Berikut
penjelasannya.
- Lemak memiliki manfaat untuk menjadi makanan atau sumber nutrisi
terbaik bagi bayi. Oleh karena itu, kenaikan berat badan pada ibu hamil
penting terjadi.
- Bertambahnya berat badan pada tubuh ibu hamil disebabkan karena ada
pembesaran rahim dan mempersiapkan diri Mam untuk menyusui si kecil
kelak.
- Hal utama yang menyebabkan Mam mengalami kenaikan berat badan karena adanya pertumbuhan janin.
- Ketika hamil, terdapat plasenta, air ketuban, dan cairan lainnya
yang menjadi penyebab mengapa tubuh ibu mengalami kenaikan berat badan.
Wanita dewasa yang hamil akan mengalami kenaikan berat badan. Dari
berat badan ini pula seorang ibu bisa dikaitkan dengan risiko kehamilan
seperti apa yang terjadi selama masa tersebut. Setidaknya, ibu hamil
akan memiliki kenaikan berat badan sekitar 9-12 kg dan hal ini sangatlah
wajar. Jika berat badan Mam termasuk ke dalam berat badan yang berlebih
sebelum hamil, maka kenaikan berat badan selama hamil akan sekitar 6-9
kg. Sedangkan untuk ibu yang berat badannya di bawah normal, maka
kenaikan berat badan yang akan terjadi sektiar 12-15 kg.

Meskipun kenaikan berat badan pada masa kehamilan merupakan hal yang
wajar, tapi pastikan Anda tetap selalu memantau perkembangan berat badan
yang naik guna menunjang tumbuh kembang anak Anda. Mengingat menurut
sebuah penelitian yang dilakukan oleh London School of Hygiene &
Tropical Medicine yang dikutip dari halaman bidanku.com mengatakan, ibu
hamil yang mengalami kekurangan naik berat badan bisa meningkatkan
risiko keguguran pada 3 bulan pertama kehamilan.
Tapi memiliki kelebihan berat badan ketika hamil juga bukan suatu hal
yang baik. Pada masa kehamilan, perhitungan berat badan digolongkan
melalui perhitungan indeks massa tubuh (body mass index/BMI).
Khusus untuk wnaita Asia, BMI normal berkisar 18,5-22,9. Jika BMI Anda
kurang dari 18,5 menunjukan kalau berat badan Anda kurang ideal.
Sedangkan ketika sudah mencapai 23-24,9 sudah termasuk ke dalam
obesitas, 25-29,9 obesitas tingkat 1, dan 30 atau lebih termasuk
obesitas tingkat 2.
Ada banyak risiko yang akan ditimbulkan jika Anda memiliki kelebihan berat badan yang tidak normal. Mulai dari:
- Keguguran
- Diabetes gestasional
- Infeksi
- Masalah saat melahirkan
- Dan lainnya.
Mam, permasalahan berat badan ketika hamil memang cukup
membingungkan. Tapi selalu ingat untuk menjaga dan mengusahakan berat
badan Anda tetap termasuk ke dalam golongan ideal demi keselamatan Anda
dan juga si kecil.
Sumber: Ibudanmama