Anak disebut sebagai karunia tak ternilai bagi orang tua. Tak semua
pasangan suami istri bisa mendapatkan buah hati dengan mudah.
Beberapa pasangan bahkan harus melakukan berbagai cara agar bisa
diberi keturunan. Tak peduli apa jenis kelaminnya, banyak orang tua
hanya berharap anak yang mereka miliki terlahir sehat dan selamat.
Namun, di beberapa negara, jenis kelamin anak dianggap sangat
penting. Seperti contohnya di Tiongkok, anak laki-laki jauh lebih
diinginkan daripada anak perempuan.

Sempat terjadi beberapa kasus orang tua membuang atau bahkan
mengaborsi anaknya saat tahu jenis kelaminnya adalah perempuan. Hal
tersebut juga dilakukan oleh pasangan orang tua asal Tiongkok ini.
Pasangan suami-istri ini mengharapkan lahirnya anak laki-laki. Namun,
ternyata sang istri melahirkan anak kembar perempuan. Merasa kecewa,
mereka pun memutuskan untuk mengadopsikan kedua anaknya. Kedua anak
perempuan ini diadopsi oleh 2 keluarga yang berbeda.
Lebih dari 25 tahun berselang, sebuah kejadian tak terduga terjadi.
Kejadian ini berawal dari rasa curiga dari beberapa pegawai di provinsi
Jiangsu, Tiongkok.
Mereka melihat seorang perempuan bernama Yang yang berasal dari
Taizhou. Penampilan Yang terlihat sangat mirip dengan perempuan bernama
Pei dari Wuxi.
Saat mereka memeriksa tanggal kelahirannya, keduanya ternyata punya
selisih umur 1 tahun. Hal ini membuat para pegawai pemerintah percaya
bahwa sebenarnya mereka orang yang sama. Akhirnya, mereka pun melakukan
sebuah investigasi, melansir Yangtze Evening Post via Shanghaiist.

Pertama, tim investigasi mengudang Yang. Dia menjelaskan bahwa dia
diadopsi saat masih kecil. Yang mengaku bahwa ia memiliki seorang
kembaran, tapi ia tak tahu informasi apapun tentang saudaranya.
Ia juga mengaku tak tahu caranya menemukan kembarannya. Polisi
akhirnya mengirimkan foto Pei padanya. Yang pun kemudian mengirimkan
foto tersebut pada suaminya.
Ia bertanya pada sang suami apakah wanita di dalam foto tersebut
cantik atau tidak. Sang suami pun memberi jawaban mengejutkan. "Wanita itu dirimu, tentu saja dia cantik," ungkapnya.
Yang juga membagikan foto Pei ke grup chatting keluarganya. Ternyata,
tak ada seorang pun yang menyadari kejanggalan potret tersebut. Pada
akhirnya, polisi pun berhasil menghubungi Pei.
Pei dan suaminya merasa sangat kaget dengan kabar yang diterimanya.
Yang dan Pei setuju untuk bertemu dan menjalani tes DNA. Kecurigaan para
pegawai pemerintah pun terbukti.
Kedua perempuan ini ternyata memang benar saudara.

Usai mendapati informasi tentang asal-usulnya, saudara kembar ini
bertukar nomor ponsel dan mengobrol sepanjang malam via WeChat.
Akhirnya, setelah 26 tahun berpisah, anak kembar ini bisa bertemu untuk
pertama kalinya.
Ada kejadian unik yang juga terjadi. Saat putri Yang yang berusia 16 bulan melihat Pei, ia mengatakan, "Ibu, peluk".
Belakangan, polisi tahu alasan kenapa Yang dan Pei bisa terpisah 26
tahun lalu. Ternyata ini semua karena kelahiran mereka tak diinginkan
orang tuanya. Untungnya, saudara kembar ini bisa bertemu dan
dipersatukan lagi.
Sumber: Tribun