Bagi orangtua yang memiliki balita pasti sangat tau dan paham bahwa
imunisasi erupakan hal penting yang perlu diberikan pada anak-anak
mereka. Tentunya hal ini demi kesehatan anak, diusianya yang masih
rentan terhadap penyakit, imunisasi berfungsi sebagai vaksin untuk
antibodi. Umunya imuniasi atau pemberian vaksin ini dilakukan dengan
cara penyuntikkan. Namun pengalaman seorang ibu yang anaknya disuntik
imunisasi ini bisa kita jadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati dan
berkonsultasi pada dokter anak atau memang orang-orang yang berkompeten
dalam hal imunisasi anak.

Berikut kisah yang dibagikan iu ini di akun facebook @Erlis Naiya
Pinem. Pada 14 Maret, sang anak yang bernama Nizam ini dibawa ke sebuah
klinik posyandu yang ada di Tembilahan, Riau guna imunisasi. Saat
imunisasi tersebut, Nizam disuntik. Sang ibu, mengira jika Nizam
disuntik maka akan semakin lengkap imunisasinya.

Namun tiba-tiba saja dua hari pasca disuntik, di bagian pantat bekas
suntikan tersebut ternyata ada benjolan. Otomatis si ibu panik bukan
kepalang, ia pun lantas pergi ke bidan untuk menanyakan perihal sakit
yang diderita Nizam. Setelah itu, bidan menyarankan untuk mengompres
pantat Nizam dan kemudian ditempel dengan tomat. Si ibu pun menuruti
saran sang bidan.

Akan tetapi bukannya membaik, benjolan tersebut malah semakin besar.
Tak ingin alami sesuatu yang buruk pada Nizam, si ibu langsung pergi ke
dokter. Yang mengejutkan pun terjai, pasalnya Nizam sang anak terpaksa
harus dioperasi di bagian benjolan tersebut. Si ibu merelakan keputusan
dokter, dan saat dioperasi rupanya banyak nanah yang keluar dari
benjolan tersebut. Nanahnya ini jika ditakar, ada sekira setengah gelas.
Si ibu menangis, karena penyakit yang diderita Nizam ini berawal dari
hal yang kelihatan sepele.

Dokter pun sempat bertanya dan kebingungan, kenapa suntik imunisasi
di pantat. Padahal setahu si dokter suntik imunisasi itu biasanya di
paha atau di lengan. Si ibu pun mengaku tidak tahu karena dirinya
mempercayakan sepenuhnya pada petugas posyandu.

Ketika ditelisik dan ditelusuri, rupanya kejadian yang dialami Nizam
anaknya ini bukan yang pertama kalinya. Sudah ada dua kasus serupa yang
terjadi, namun para korban ini enggan melaporkan perbuatan petugas
posyandu. Usai satu bulan berselang, si ibu menceritakan luka yang
diakibatkan operasi benjolan salah suntik ini masih berbekas. Nizam kini
sedang jalani pemulihan untuk menghilangkan bekas luka operasi
tersebut.
Sumber: Tribun