Ketika si kecil sudah mulai bisa berkomunikasi, umumnya mereka akan
mulai banyak bertanya. Pertanyaan ini akan terus bersambung ke
pertanyaannya berikutnya, menggunakan kata tanya “kenapa”.
Si Kecil: “Kenapa aku harus makan, Bunda?”
Bunda: “Kamu makan supaya kamu sehat.”
Si Kecil: “Kenapa aku harus sehat, Bunda?”
Bunda: “Kalau kamu sehat, kamu jadi bisa main.”
Si Kecil: “Kalau aku tidak bisa main, kenapa jadinya, Bunda?”
dan seterusnya.
Banyak orang tua yang panik menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam
ini. Tak jarang, mereka malah sedikit terbawa emosi karena pertanyaan si
anak seolah tidak ada habisnya. Buntutnya, orang tua melakukan berbagai
cara agar pertanyaan si kecil berhenti.
Sering Bertanya “Kenapa” Merupakan Ciri Perkembangan yang Baik, Lho,
Bunda. Yup, seringnya anak bertanya merupakan bagian dari perkembangan
otak anak. Hal ini ditemukan oleh Leon Hoffman, MD, direktur dari
Pacella Parent Child Center di New York Psychoanalytic Society &
Institute. Penelitiannya menemukan bahwa salah satu yang
melatarbelakangi anak-anak suka bertanya “kenapa” adalah untuk memahami
kata-kata baru.
Hal ini karena anak dengan rentang usia 1-5 tahun sedang dalam masa
untuk belajar berbicara dan berlogika, sehingga anak sering kali
mengulang pertanyaan atau bertanya untuk mendapatkan kejelasan dari
setiap kata yang didengar atau diucapkannya.
Seringnya anak bertanya “kenapa” juga disebut Leon Hoffman, berguna
untuk membangun memori. Tahapan ini juga menjadi ciri anak berada di
tahap perkembangan yang baik. Karena dibutuhkan waktu beberapa saat bagi
anak yang sedang berkembang untuk menyimpan informasi baru di dalam
memorinya.
Mendengar orang tua yang dipercayainya memberikan jawaban bisa membantu mendorong anak untuk memahami konsep kata baru.
Jadi mungkin bagi ayah bunda, pertanyaan si buah hati terkesan tidak
penting. Padahal sesungguhnya ketika itu mereka sedang membangun konsep,
melatih kemampuan komunikasi, menambah perbendaharaan kata, dan
menambah pengetahuan mereka.
SI KECIL BANYAK BERTANYA KARENA INGIN DEKAT DENGAN BUNDA DAN INGIN TAHU LEBIH BANYAK

Bunda mungkin masih ingat ketika mereka menangis karena ingin menyusu
saat masih bayi. Ketika itu, sesungguhnya mereka bukan hanya ingin
memenuhi rasa laparnya. Namun mereka juga menginginkan kehadiran orang
yang disayanginya. Si kecil ingin diberikan makanan lewat bunda yang
disayanginya.
Nah, hal itu juga yang ditemukan oleh Leon Hoffman dalam
penelitiannya. Ketika banyak bertanya, anak juga sedang menemukan
kenyamanan. Sejak balita, anak-anak biasanya menemukan kenyamanan dalam
hal pengulangan dan mengajukan pertanyaan yang sama kembali sebagai
salah satu cara untuk meminta dukungan emosional. Jadi si kecil bukan
hanya ingin rasa ingin tahunya terpenuhi, namun juga ingin rasa ingin
tahunya dipenuhi oleh orang yang disayanginya. Ia ingin pertanyaannya
dijawab oleh orang yang membuatnya merasa aman.
HINDARI MEMINTA ANAK BERTANYA KE ORANG LAIN YA BUNDA

Ketika si kecil memilih Bunda untuk menjawab pertanyaannya, artinya
ia memercayai dan merasa aman bersama bunda. Itulah kenapa sangat tidak
bijak meminta anak bertanya kepada orang lain ketika ia sedang bertanya
kepada kita. Sayangnya, banyak orang tua mengelak ketika lelah
dibombardir dengan pertanyaan oleh si kecil?
“Tanya Ayah, ya”
“Coba tanya sama Nenek”
“Kakak tuh bisa jawab”
Begitu biasanya kita mencoba mengalihkan pertanyaan mereka. Padahal
hal ini bisa menurunkan minat mereka untuk menambah pengetahuan. Sebab,
ia hanya akan bertanya kepada orang yang membuatnya merasa aman dan
nyaman. Memintanya bertanya ke orang lain yang bukan pilihannya jelas
akan membuatnya ragu sekaligus kecewa kepada kita.
Seandainya Bunda memang tidak bisa menjawab, maka tawarkan si kecil
untuk ditemani bertanya kepada orang lain di sekitarnya. Bunda dapat
mengajak si kecil dengan kalimat, “Kita tanya sama Ayah yuk, mungkin
Ayah tahu jawabannya”.
RASA INGIN TAHU INI HARUS DIJAGA, BUNDA HARUS MEMBUATNYA TERUS TERTARIK

Ketika Bunda sudah memahami pentingnya rasa ingin tahu anak, tentunya
yang diperlukan saat ini adalah menjaga agar keingintahuan itu tetap
ada. Caranya adalah dengan ikut melibatkannya dalam kegiatan yang
menyenangkan sekaligus merangsang rasa ingin tahunya.
Nah salah satu cara menyenangkannya adalah dengan mengenalkan anak
kepada Shimajiro. Siapa itu? Shimajiro merupakan karakter edukatif nomer
satu di Jepang yang aktif dan selalu tertarik dengan hal-hal baru.
Shimajiro dapat menjadi teman belajar yang menyenangkan melalui Ruang
Ingin Tahu Shimajiro. Di #RuangInginTahuShimajiro, anak dapat
bereksplorasi mengasah rasa ingin tahunya sambil bermain, bersama
Shimajiro dan Kak Rini yang merupakan teman Shimajiro sekaligus
bertindak sebagai narasumber.
Ada tanya jawab bersama Shimajiro yang ditunjukkan melalui video
pertanyaan anak-anak untuk kemudian dibahas bersama dan dijawab oleh Kak
Rini. Lalu ada juga Tantangan Shimajiro. Kali ini, Shimajiro bersama
Kak Rini akan mencoba berbagai macam tantangan sambil bermain.
Serunya lagi, Shimajiro akan mengajak si kecil di rumah untuk turut
mencoba hal tersebut. Tantangan yang diberikan merupakan hal-hal
sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya
aman untuk dilakukan oleh anak-anak. Jadi Bunda bersama si kecil bisa
ikut keseruan bersama Shimajiro.
Sumber: Sayangianak