"Surga berada di telapak kaki ibu…"
Peribahasa yang begitu jelas tapi sering dilupakan orang-orang.
Berapa kali kamu tidak sengaja berbicara keras terhadap ayah dan ibumu?
Kapan terakhir kali kamu dengan sabar menjawab pertanyaan ibu?
Masih ingatkah kamu menelepon ayah ibu bukan untuk menanyakan kabar mereka tapi untuk meminta uang?
Kita sering lupa bahwa orang tua kitalah yang memberikan kita kehidupan,
Memberi kita makan, memberi kita pakaian, memberi kita sebuah rumah…
Mendidik kita, membesarkan kita, memberikan yang terbaik untuk kita…
Mereka bahkan rela banting tulang hingga capek setengah mati bekerja untuk membiayai kita sekolah, tapi apa yang telah kita lakukan untuk mereka?

Ada seorang netizen membagikan kisahnya:
Baru-baru ini saya membelikan ibu saya smartphone. Ia tak begitu tahu cara menggunakannya. Saya pun mengajarinya namun setelah diajari ia selalu lupa dan bertanya kembali kepada saya, "Ini... tadi gimana caranya mau buka video?"
Waktu masih awal-awal saya pun ladenin, tapi lama-lama saya jadi capek mengulang-ulang terus. Pernah sekali saya tidak sabar dan mengajarinya dengan nada marah.
Setelah itu, ibu saya tidak pernah bertanya lagi kepada saya.
Suatu hari pas makan, ibu bertanya kepada saya dengan hati-hati, "Nak, kamu lagi sibuk gak?"
Saya bilang tidak. Ia pun berkata bahwa HP-nya tidak bisa mengeluarkan suara, tidak tahu harus bagaimana.
Saya tidak biasa melihat ibu berbicara dengan suara kecil seperti itu, seakan-akan takut membuatku marah. Ibu yang biasanya berbicara dengan suara lantang kepada anak-anaknya, sejak kapan berubah menjadi begitu penakut dan berkecil hati.
Saya langsung memasang muka senyum dan berbicara dengannya baik-baik.
Tiba-tiba saya merasa seperti disambar petir… ternyata ibu sudah begitu tua...
Kenapa saya tidak pernah merasakannya dulu?
Daya ingat mereka semakin lemah, mereka jadi semakin pikun, kita pun harus ngomong pelan-pelan dan baik-baik, bahkan berulang kali baru mereka bisa mengerti…
Mata pun tidak bisa melihat begitu jelas lagi, tentu saya yang bisa mereka andalkan adalah kita, anak-anaknya…
Saya kira asal saya cari duit yang banyak, saya bisa memberikan hari tua yang baik kepada orang tua saya…
Tapi sebenarnya orang tua tidak butuh banyak uang ataupun materi,
Yang mereka butuhkan adalah rasa aman dari anak-anaknya…
Mereka tidak perlu berusaha menyenangkan kita,
Tidak perlu berhati-hati di depan kita,
Tidak perlu khawatir kita akan marah karena seberapa lamban atau pikun mereka…
Budi baik yang bisa kita berikan kepada orang tua adalah "senantiasa peduli" dengan mereka.
Sama seperti mereka peduli kepada kita waktu kecil waktu belum bisa apa-apa.

Mereka takut kita tidur dengan perut lapar, takut kita sakit, takut kita kenapa-kenapa…
Ada lagi satu kisah dari seorang netizen:
Saya mau menceritakan bagaimana saya bisa keterima di perusahaan saya ini. Waktu itu saya baru lulus D-3, saya tahu kemampuan saya tidak seberapa. Di antara orang-orang yang ikut wawancara, cuma saya yang pendidikannya tidak sampai S1. Jika saya tidak diterima, saya paham kenapa.
Tiba saya diinterview sama direktur, dia tampak ragu dan tidak tertarik untuk memasukkan saya ke dalam perusahaannya. Di saat saya pikir saya sudah pasti tidak keterima, ibu saya telepon.
Direktur itu suruh saya angkat saja. Saya pun angkat dan berbicara dengan ibu saya. Rupanya ia sudah tidak sabar ingin tahu apakah saya berhasil diterima atau tidak. Saya bilang belum bu, ini masih diinterview, nanti kalau ada kabar bagus saya kabarin lagi.
Selesai tutup telepon, direktur bertanya kepada saya, "Itu ibu kamu?" "Iya, pak!", jawab saya. Kemudian ia berkata, "Saya lihat kamu bisa berbicara begitu baik dan sabar dengan ibu kamu, saya rasa kamu bisa beradaptasi dengan baik di perusahaan ini. Ya, kamu diterima."
Orang yang memperlakukan orang tua dengan baik, tentu rezekinya akan dilancarkan.
Tetapi orang yang memperlakukan orang tua dengan buruk, tentu rezekinya akan sulit didapat.
Perlakukanlah orang tuamu seperti raja, maka rezekimu akan mengalir seperti raja.
Sayangi, hormati dan berbaktilah kepada orang tuamu!
SHARE artikel ini sebanyak-banyaknya!

Sumber: licaibao