Seorang wanita yang tidak memiliki anak bermain dengan boneka bayi
dan berpura-pura menjadikannya layaknya anak sendiri. Ia menempatkan
boneka tersebut di dalam kereta dorong agar bisa mengalami bagaimana
rasanya menjadi seorang ibu.

Amie Martin, diberitahu bahwa dirinya tidak bisa menjadi orangtua dan
sekarang ia membuat boneka itu seolah adalah anaknya. Boneka kulit
tersebut dibuat oleh seorang seniman dan dibuat menyerupai bayi manusia
serealistis mungkin.Seniman itu sendiri bernama Cory (23). Martin yang
tinggal di Sandfields, Swansea ini nantinya akan segera memiliki dua
boneka lagi yang serupa dan sudah memberinya nama Trinity dan Camellia.

"Ini memberikan saya kenyamanan. Ada komunitas online yang memiliki
boneka yang serupa dan semuanya memiliki pengalaman dan alasan yang
berbeda mengapa mereka memiliki boneka ini," kata Martin.
"Ini adalah boneka yang dibuat agar terlihat seperti bayi asli dan
ditambah beberapa fitur yang bisa membuatnya tampak seperti asli,"
"Boneka ini adalah buatan tangan dan kebanyakan orang
memperlakukannya seperti boneka. Saya memperlakukannya seperti seorang
bayi sungguhan," jelasnya.

Diketahui, Martin adalah sosok yang memiliki kebutuhan khusus dan menyandang autisme.
Karena hal itulah yang membuatnya menjadi sulit untuk memiliki anak.
"Saya benar-benar ingin menjadi seorang ibu, tetapi saya tidak bisa
dan ada boneka ini kembali memberikan saya kesempatan menjadi seorang
ibu,"

Martin membagikan kisahnya tersebut di akun Facebook Amie Precious Reborn Babies.
Ia menceritakan bagaimana memperlakukan boneka tersebut seperti
anaknya sendiri dan mengajaknya melakukan aktivitas sehari-hari seperti
berbelanja.

Bahkan, Martin memiliki kereta dorong untuk membawa 'anak' dan tas bayinya tersebut.
Ia pun mendapatkan persepsi yang bermacam-macam dari publik soal tindakannya tersebut.
Namun ia berharap untuk menantang pola pikir orang-orang dengan
memberi mereka pemahaman tentang alasan dirinya memperlakukan boneka
tersebut seperti anak sendiri.

"Beberapa orang berpikir hal ini menyeramkan, namun ada orang lain
yang datang untuk berdiskusi dengan saya tentang hal ini," kata Martin.
"Banyak orang mengalami situasi yang sama seperti saya. Namun, ada
pula orang-orang yang begitu kasar dan melecehkan sehingga membuat saya
tidak nyaman,"
Sumber: Mirror