Setelah proses melahirkan, ada beberapa macam kondisi darurat medis yang bisa saja dialami ibu. Seperti kondisi baby blues yang jika tidak mendapat penanganan dengan baik akan berakibat fatal. Seperti kasus yang menimpa bayi Calista, bayi ini dianiaya oleh ibunya sendiri sampai menderita koma dan kemudian meninggal dunia.
Ibu Calista ini diduga mengalami syndrom baby blues sehingga dia tega melakukan tindakan di luar akal sehatnya. Selain baby blues, ada beberapa kondisi yang dapat dialami oleh ibu dalam beberapa hari atau minggu setelah melahirkan. Penting untuk mencari pertolongan agar tidak membuat sakit bertambah parah. Dalam artikel ini dijelaskan kondisi apa saja yang terjadi setelah melahirkan. Yuk, disimak moms.

1. Kehilangan darah mendadak atau kehilangan darah yang parah (perdarahan postpartum)
Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai kehilangan darah lebih dari 500 mL setelah persalinan vaginal atau lebih dari 1000 mL setelah sesar. Perdarahan ini menjadi penyebab utama kematian ibu pasca persalinan. Perdarahan postpartum primer terjadi dalam 24 jam pertama setelah persalinan, sementara perdarahan postpartum sekunder adalah perdarahan pervaginam yang lebih banyak dari normal antara 24 jam hingga 12 minggu setelah persalinan. Perdarahan postpartum disertai tanda-tanda syok, seperti detak jantung yang kencang, pusing, berkeringat, dan terasa mau pingsan.  
2. Sakit kepala parah atau persisten
Sakit ini mungkin adalah efek samping dari anestesi epidural atau spinal, dan mungkin terasa seperti migrain yang parah serta terasa lebih buruk lagi saat ibu duduk atau berdiri. Namun, dalam 72 jam pertama setelah bayi lahir, sakit kepala yang parah juga bisa menjadi tanda preeklampsia, disertai dengan penglihatan kabur, mual dan muntah. Jika ibu memiliki gejala ini selain sakit kepala yang parah segera hubungi dokter.  
3. Meningkatnya tekanan darah
Tekanan darah ibu harus diambil dalam enam jam pertama setelah ibu melahirkan. Jika angka di bawah (diastolik) lebih besar dari 90, ibu mungkin mengalami preeklampsia, dan berisiko mengalami eklampsia. Jika ibu mengembangkan gejala preeklampsia lainnya seperti sakit kepala, penglihatan yang kabur dan sebagainya ibu segera membutuhkan pertolongan medis.  
4. Nyeri perut bagian atas
Ibu mungkin memiliki kondisi langka yang disebut sindrom HELLP, jika setelah 48 jam pasca melahirkan memiliki gejala merasa sangat lelah, mual serta muntah, dan nyeri perut di bagian atas. HELLP mempengaruhi fungsi hati dan pembekuan darah. Ibu mungkin juga merasa terserang flu. Gejala ini harus segera diperiksakan ke dokter.
5. Sesak napas
Napas kita bisa menjadi pendek, biasanya akibat melakukan aktivitas seperti berlari atau jalan mendaki. Namun jika ibu menjadi sangat terengah-engah tanpa sebab, dan tak kunjung berhenti terengah-engah meski sudah beristirahat, ibu membutuhkan pertolongan medis segera. Kemungkinan ibu mengalami gejala emboli paru.
6. Nyeri dada
Nyeri dada merupakan gejala adanya infeksi pada dada, atau otot yang tegang akibat persalinan. Nyeri dada juga bisa menjadi tanda emboli paru. Terlebih jika nyeri dada disertai dengan napas yang pendek atau batuk berdarah, segera hubungi dokter.
7. Sakit betis
Rasa sakit, nyeri dan pembengkakan di betis bisa berupa thrombosis vena dalam adalah penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena dalam. Kondisi ini bisa mengancam jiwa. Hubungi dokter segera.
8. Perilaku mania, termasuk insomnia dan agitasi berat
Pasca melahirkan, beberapa ibu mengalami perubahan dramatis dalam kesehatan emosional dan mental mereka. Gangguan pikiran, agitasi (resah, gelisah), kebingungan, halusinasi dan delusi bisa menjadi awal dari kondisi langka yang disebut psikosis pasca melahirkan (psikosis postpartum). Dari gejala ringan bisa berkembang menjadi penyakit mental serius dalam hitungan jam.  
9. Demam tinggi (38 derajat Celcius atau lebih)
Demam tinggi bisa disertai dengan menggigil dan sakit perut, merupakan pertanda infeksi yang perlu mendapat perhatian segera. Jika ibu memiliki infeksi yang tidak ditangani langsung setelah melahirkan, ibu mungkin bisa terkena sakit parah. Daerah yang umumnya terserang infeksi adalah daerah antara vagina dan rektum (perineum), luka caesar, sistem kemih atau rahim. Kalau ibu mengalami luka perineum atau caesar yang lama sembuhnya, bisa jadi karena terinfeksi. Jika ibu mengalami infeksiurin, ibu mungkin merasa sakit dan sulit tidur. Bila terjadi infeksi pada rahim, ibu kemungkinan merasakan sakit di perut atau keluar cairan dari vagina.   
10. Tidak dapat tidur dalam kurun waktu 6 jam setelah persalinan
ibu mungkin mengalami retensi urin atau ketidakmampuan berkemih. Mandi air hangat bisa membantu meringankan gejala retensi urin. Namun jika masih tidak bisa buang air kemih, ibu harus mendapatkan pertolongan medis.  
11. Pikiran bunuh diri  
Jika ibu memiliki pikiran mengerikan atau mengganggu, seperti keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, termasuk memikirkan bunuh diri, segeralah hubungi dokter. Memiliki pikiran seperti ini tidak berarti bahwa ibu adalah ibu yang buruk. Hubungi dokter umum atau bidan, atau bicaralah dengan teman atau anggota keluarga ibu, agar mereka bisa mendapatkan bantuan tepat segera.   
Kondisi setelah persalinan yang mendesak namun bisa menunggu penanganannya:  
12. Vagina berbau tak sedap
Kondisi ini bisa mengindikasikan adanya infeksi di rahim atau vagina ibu.   
13. Perut lembek
Ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi, baik di dalam rahim maupun di luar (bekas jahitan operasi Caesar). Jika infeksi rahim tidak diobati dapat meningkatkan risiko perdarahan.   
14. Ruam yang meluas
Bisa jadi merupakan pertanda  adanya infeksi.
15. Ambeien
Umumnya diderita wanita yang melahirkan secara normal akibat mengedan dengan kuat.  
16. Baby blues yang tidak hilang dalam beberapa hari adalah lumrah jika ibu merasa lelah, murung, cemas, dan merasa tidak nyaman dalam 3 – 5 hari pasca persalinan. Baby blues ini biasanya akan hilang dalam beberapa jam atau beberapa hari. Tapi jika ibu merasa sedih dan tidak menikmati menjadi seorang ibu, ibu mungkin menderita depresi pasca melahirkan. Jika ibu merasa sangat cemas dan khawatir sepanjang waktu, merasa panik, terobsesi dengan berbagai hal, atau ibu tidak dapat berkonsentrasi karena ibu merasa sangat kecewa, bicaralah dengan dokter.   
17.  Nyeri perineum parah, disertai pembengkakan, dan aroma kencing yang menyengat atau bau
Kondisi ini bisa menandakan adanya infeksi pada jahitan atau infeksi urin.  
18. Inkontinensia urin
Inkontinensia urin atau mengompol sering terjadi ketika ibu bersin.
19. Konstipasi
Jika ibu tidak BAB dalam 3 hari setelah melahirkan, ibu mengalami sembelit atau konstipasi.
Sumber : Family Guide