Setelah mengetahui apa saja jenis-jenis gerakan janin, Bunda pasti
bertanya-tanya mengapa bayi menendang dalam perut. Benarkah bayi
menendang karena ingin mencari perhatian Bunda?
Semua ibu tentu tahu bahwa tendangan bayi dalam kandungan tidak
main-main. Ia dapat menendang dengan kekuatan setara 44,5 Newton.
Sebagai perbandingan, kekuatan rata-rata sebuah palu yang digunakan unttuk mengetok paku adalah 445 Newton.
Mengapa bayi menendang dalam perut?
Janin dalam kandungan memang
diketahui bergerak cukup agresif. Tetapi, bayi tidak melakukannya
semata-mata demi mendapatkan perhatian Bunda atau sekedar membuat Anda
kaget.
1. Menguatkan tulang, otot, dan sendi bayi
Tendangan bayi ini
ternyata sangat penting untuk menguatkan muskuloskeletal (sistem rumit
yang melibatkan otot, sendi, ligamen, tulang, tendon, dan saraf tubuh
manusia). Bayi menendang untuk melatih dan memberi tekanan pada tulang,
sendi, dan otot yang sedang berkembang.

Semakin besar usia kandungan, maka gerakan menendang ini akan semakin
kuat. Tendangan bayi dalam kandungan akan memprediksi seberapa kuat
tulang dan sendinya saat tumbuh dewasa.
Tentu saja hal ini bagus untuk mencegah terjadinya osteoarthritis di masa tuanya nanti.
2. Merespon lingkungan sekitar
Selain itu, bayi dalam kandungan
bergerak sebagai respon terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Terlalu
banyak suara, terlalu banyak cahaya, atau karena Bunda baru saja makan
makanan dengan rasa bumbu yang kuat, dapat menstimulasi bayi untuk
menendang serta bergerak.
3. Peregangan dan relaksasi
Bayi dalam kandungan juga perlu
melakukan peregangan dan bergerak untuk relaksasi. Gerakan Bunda dapat
menenangkan bayi Anda, sehingga bila Bunda banyak bergerak, bayi dalam
kandungan justru akan sering bersantai dan bahkan tidur.
Sebuah penelitian dilakukan terhadap para calon ibu yang mengikuti
latihan relaksasi selama kehamilan, seperti yoga maupun meditasi. Para
bumil yang rutin latihan yoga merasa bahwa bayi mereka lebih tenang.
Penelitian ini menunjukkan bahwa jika ibu hamil melakukan latihan
dengan dipandu akan mengalami penurunan gerakan janin. Latihan ini
menunjukkan tanda-tanda fisik bahwa tubuh bumil mengalami relaksasi,
seperti penurunan denyut jantung, tingkat pernapasan, serta kondisi
kulit.
Kondisi bumil yang rileks menyebabkan penurunan denyut jantung bayi serta berkurangnya gerakan bayi dalam kandungan.
Semoga artikel ini bermanfaat ya.
Sumber: The Asian Parent