Kehamilan bisa membuat wanita mengalami perubahan dari segi fisik dan
mental. Nah, dari segi fisik, perubahan yang bisa terlihat dan kamu
rasakan dengan jelas yaitu terjadi pada kulitmu.
Masalah pada kulit yang terjadi saat hamil terjadi karena adanya
perubahan kadar hormon dan sirkulasi pada tubuhmu. Selain itu, kinerja
sistem kekebalan tubuh dalam menjaga tubuh dari hal-hal negatif juga
tidak berjalan seperti biasanya. Berikut 5 masalah kulit yang kerap
muncul saat hamil:
1. Bercak hitam pada wajah. Kondisi ini menjadi salah satu pertanda
bahwa kamu hamil. Ada beberapa bagian kulit wajah yang dapat menghitam
seperti kening, pipi atau di atas bibir. Saat hamil, di area tersebut
dapat muncul bercak hitam atau topeng kehamilan akibat meningkatnya
pigmentasi.
Hal tersebut bisa dicegah dengan mengaplikasikan tabir surya yang
memiliki setidaknya kadar SPF 15 saat ingin keluar rumah. Kamu juga bisa
menambah ekstra perlindungan dengan memakai topi atau payung. Namun,
kamu lebih disarankan untuk tidak terkena paparan sinar matahari selama
hamil, karena pada masa ini kulitmu sangat sensitif dan paparan tersebut
bisa meningkatkan risiko kamu mengalami topeng kehamilan.
2. Area kulit berwarna gelap dan lebih hitam dari biasanya. Area yang
dapat menghitam dari biasanya seperti puting payudara, paha bagian
dalam, organ intim, atau tahi lalat. Menghitamnya area tersebut tidak
dapat dicegah.

3. Stretch marks. Kondisi ini ditandai oleh munculnya guratan
berwarna kemerahan pada perut, payudara, lengan atas, paha, atau bokong.
Ini terjadi karena saat hamil kulit dapat meregang lebih lebar dan
lebih cepat dari biasanya. Kadar protein pada kulit juga tidak seimbang,
sehingga membuat kulit menjadi lebih tipis. Hampir semua wanita hamil
mengalami stretch marks.
Meski belum terbukti secara medis, mengoleskan losion mengandung
vitamin E dan alpha hydroxy acids (AHA) mungkin bisa membantu mencegah
munculnya stretch marks. Olahraga juga kerap dikatakan bisa mencegah
kondisi ini.
4. Jerawat. Tingginya kadar hormon saat hamil bisa memicu kelenjar
minyak memproduksi lebih banyak minyak dari biasanya. Hal ini bisa
menyebabkan munculnya jerawat. Jika sebelumnya kamu sudah memiliki
jerawat, kondisi ini akan lebih parah saat hamil.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi, jaga selalu kebersihan kulit
wajahmu. Cukup cuci wajah dua kali sehari pada pagi dan malam hari
memakai sabun wajah bebas wewangian, guna mencegah mual. Jangan mencuci
wajah lebih dari dua kali dalam sehari karena hal tersebut bisa membuat
kulit menjadi kering.
Selanjutnya, kamu bisa mengoleskan astringent. Namun, hindari
memakai astringent yang ditujukan untuk mengobati jerawat, karena
mungkin mengandung zat yang tidak aman untuk ibu hamil.
Oia, selalu gunakan produk yang ditujukan untuk kulit berminyak atau berlabel oil-free.
5. Varises. Kondisi ini terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri
untuk menyuplai aliran darah ekstra ke bayi. Varises ditandai oleh
munculnya guratan kebiruan yang biasanya muncul pada kaki.
Selain tidak sedap dipandang, varises juga bisa membuatmu tidak nyaman dan kadang menimbulkan rasa sakit.

Nah, kamu bisa mencegah hal ini terjadi atau mengurangi gejala yang
muncul akibat varises. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
- Gunakan stoking pendukung atau stoking kompresi.
- Hindari berdiri terlalu lama. Namun, jangan pula duduk dalam waktu lama.
- Duduk dengan kaki diangkat melebihi kepalamu. Tahan posisi ini selama 30 menit tiap harinya.
- Berjalan kakilah semampu yang kamu bisa, karena hal ini bisa membantu darah kembali ke jantung.
- Hindari kenaikan berat badan yang berlebihan.
- Penuhi kebutuhan vitamin C kamu guna menjaga pembuluh darah tetap elastis dan sehat.
Masalah pada kulit di atas mungkin membuatmu stres, apalagi jika kamu
sudah melakukan pencegahan tapi tetap saja kamu mengalaminya. Sudah
jangan minder atau merasa tidak cantik, karena kondisi ini biasanya akan
membaik sekitar tiga bulan setelah melahirkan, kok!
Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua ya.
Sumber: Alodokter