Menyusui merupakan hal alami yang dilakukan ibu setelah melahirkan.
Namun, tak jarang ibu mengalami kesulitan untuk proses tersebut.
Beberapa cara persiapan dapat dilakukan sejak kehamilan untuk membantu
memperlancar proses menyusui.
Selama kehamilan, sebenarnya tubuh telah melakukan persiapan secara
alami untuk ibu menyusui. Suplai darah ke payudara akan lebih tinggi
pada ibu hamil, seiring dengan semakin berkembangnya saluran air susu.
Secara umum, persiapan tubuh untuk menyusui tampak ketika puting
terasa lebih sensitif saat tersentuh dan perubahan ukuran payudara
menjadi lebih besar. Selain itu, tampak warna aerola di sekitar puting
semakin gelap serta perubahan bentuk puting.
Meski alami, namun proses menyusui terkadang tidak terlalu mudah
untuk sebagian ibu. Berikut beberapa langkah persiapan yang dapat
membantu melancarkan proses menyusui sejak masa kehamilan:
Memperbanyak informasi laktasi.
Ibu hamil yang
bersiap untuk menyusui bisa mendapat informasi dari berbagai pihak
seperti ibu menyusui lain, buku, internet, dan lain-lain. Selain itu,
Anda juga dapat memperoleh informasi di klinik laktasi ataupun konsultan
laktasi di rumah sakit tertentu. Selalu konsultasikan informasi yang
Anda terima atau peroleh dengan dokter kandungan yang menangani Anda dan
dokter anak yang Anda pilih.

Menjaga kebersihan puting.
Jangan menggosok
puting dengan terlalu keras karena hanya akan melukai puting dan
menyakitkan saat proses menyusui. Puting susu dipercaya akan lebih kuat
dan padat bila dibersihkan dengan menggunakan handuk ataupun spons
kasar. Tapi pendapat ini salah. Justru puting seharusnya lembut dan
nyaman untuk diisap bayi.
Memperhatikan asupan nutrisi.
Nutrisi saat
kehamilan sangat penting bagi pertumbuhan janin. Sebuah penelitian
menunjukkan, pola makan saat kehamilan akan memengaruhi kemungkinan anak
mengalami obesitas, diabetes, atau sakit jantung di kemudian hari.
Nutrisi yang perlu mendapat perhatian ibu hamil antara lain asam
folat sekitar 400 mikrogram per hari.
Selain itu, ibu hamil perlu memperhatikan asupan protein ekstra
hingga mencapai total 70 gram protein per hari dan zat besi lebih banyak
50% dari kebutuhan umumnya. Juga diperlukan asupan kalsium dan DHA yang
cukup selama hamil untuk memenuhi kebutuhan janin.
Melakukan teknik relaksasi.
Teknik relaksasi
dengan mengatur pernapasan dapat bermanfaat pada ibu hamil untuk proses
menyusui. Umumnya pada masa-masa menyusui, ibu harus memiliki ketenangan
ekstra untuk menenangkan bayi yang lapar dan menuntunnya untuk mendapat
air susu ibu (ASI).

Membeli perlengkapan menyusui sesuai kebutuhan.
Meski
tidak wajib, namun beberapa perlengkapan menyusui dapat mempermudah
proses ini. Bra khusus menyusui merupakan salah satu hal yang dapat
dibeli sejak masa akhir kehamilan. Bra tersebut umumnya berukuran besar
sehingga dapat mendukung payudara yang dipenuhi ASI. Bra menyusui juga
memiliki bagian depan, semacam jendela, yang dapat mempermudah proses
menyusui bayi nantinya.
Selain itu, persiapkan baju dengan kancing depan untuk menyusui.
Bantal menyusui juga banyak dimanfaatkan untuk membuat bayi tetap nyaman
saat menyusui, sekaligus mencegah rasa sakit pada leher atau bahu pada
ibu.
Mempersiapkan pasangan untuk mendukung proses menyusui.
Menyusui
tidak sekedar hubungan antara ibu dan bayi. Suami yang kelak akan
menjadi Ayah ASI, merupakan faktor penting yang turut menentukan
kesuksesan proses menyusui. Ibu menyusui yang mendapat dukungan
pasangannya, kemungkinan akan menyusui lebih lama.
Mempersiapkan diri dengan baik saat hamil diharapkan dapat
memperlancar proses menyusui. Konsultasi dengan bidan atau dokter untuk
informasi lebih lanjut.
Semoga artikel ini bermanfaat ya.
Sumber: Alodokter