Setiap keluarga pasti menginginkan kehidupannya bahagia. Begitu juga
orangtua yang akan rela melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik
bagi anak-anaknya. Orangtua akan berupaya mencari cara supaya kehidupan
anak-anak mereka bahagia. Orangtua berani mengorbankan apa saja supaya
anak-anak mereka bisa bahagia.
Bahkan jika harus berkorban nyawa, orangtua akan melakukan apapun untuk anak-anaknya.
Mungkin itulah yang akan dilakukan pria satu ini jika ia punya
kesempatan. Namun sayangnya, ia tak bisa memilih. Dengan berat hati ia
terpaksa harus kehilangan anaknya yang merupakan sumber kebahagian
utama.

Beberapa hari yang lalu pasukan pro-pemerintah Suriah dan sekutu pada
Jumat (6/4/2018) melancarkan serangan udara dan darat yang ganas ke
Douma. Douma merupakan kota terakhir yang dikuasai pemberontak di Ghouta
Timur, Suriah.
Dalam sebuah video memilukan terlihat seorang pria yang menangis
melihat seorang anak kecil tak ber nyawa. Dari akun twitter CJ Werleman
@cjwerleman, mengunggah sebuah video pada 8 April 2018.

"Aku membelikanmu cokelat," kata seorang ayah yang patah hati
terhadap putrinya yang meninggal, dibunuh oleh serangan senjata kimia
Assad di Douma," tulis @cjwerleman dalam unggahannya.

Video berdurasi 28 detik tersebut merekam momen haru seorang pria
yang diduga ayah dari anak perempuan yang tak bernyawa. Pria yang
menegenakan pakaian berwarna coklat dan topi itu tampak menangis
terisak.

Beberapa kali ia tampak mengatakan sesuatu pada jenazah putrinya.
Sang putri yang terbaring di lantai rupanya tak dapat diselamatkan oleh
ayahnya. Rekaman video mengharukan tersebut telah ditonton sebanyak
lebih dari 31,4 ribu penayangan.
Gadis kecil yang sebagian tubuhnya ditutupi selimut itu diduga tewas akibat terpapar gas klorin.
"Douma telah mengalami serangan udara yang intens dan menyebabkan
banyak kota hancur," kata Moayed al-Dayrani, seorang warga Douma
sekaligus relawan medis, kepada Al-Jazeera.
Sumber: Tribun