Sejumlah anak-anak diminta untuk menemani orang-orang dewasa yang
sedang duduk di cafe sendirian. Anak-anak ini ingin mengingatkan bahwa
tentunya lebih menyenangkan minum kopi bersama seorang teman daripada
sendirian. Dan bagaimana dulunya ketika masih kecil berteman adalah hal
yang tidak sulit. Kira-kira bagaimana ya respon para orang dewasa ini?
Yuk, langsung scroll aja ke bawah.
Anak laki-laki 1: Hai.
(menyapa seorang pemuda).
*
Anak perempuan 1: Hello.
Kakek: Hello.
*
Anak perempuan 2: (menyapa seorang ibu)
Namaku Layla.
Ibu : Hmmm.
*
Pemuda: Kamu di sini dengan orangtuamu atau...?
Anak laki-laki 1: Yeah, dengan mamaku.

*
Anak perempuan 2: Apa kamu pemalu atau tidak?
Ibu: Tidak.
*
Anak laki-laki 1: Mengapa kamu pakai topi?
*
Anak perempuan 2: Berapa uang yang kamu punya?
*
Anak perempuan 1: Mengapa rambutmu putih?
Kakek: Ini seperti pohon di musim gugur, kamu tau, kamu bisa bertanya pada sebuah pohon
mengapa daun-daunnya berwarna coklat?
(si anak kemudian tertawa)
*
Ibu: Yang kamu maksud di bank atau...?
Anak perempuan 2: Seperti uang saku atau semacam itu.
Ibu: 560 Euro per bulan, pensiun.
(9.349.864,31 rupiah).
Anak perempuan 2: Wow
Ibu: Jika kamu memiliki uang sebanyak itu, apa yang akan kamu lakukan dengan itu?
Anak perempuan 2: Aku akan membeli seekor anjing dan rumah dan kolam renang dan ikut X Faktor.
*
Anak perempuan 3: Kamu punya Netflix?
Ibu 2: Tidak, hanya radio.
*
Anak perempuan 1: Kami biasanya bermain bulldog.
Kakek: Orang-orang masih bermain bulldog?
Anak perempuan 1: Yeah.
Kakek: Aku ingin bermain itu dulu.
*
Ibu: Peter Piper picked a peck of pickled peppers.
(permainan bunyi).
Anak perempuan 2: Peter Piper picked a...
(tertawa bersama) Di mana teman-temanmu?
Ibu: Errr....
Anak perempuan 2: Sekarang?
Ibu: Beberapa dari teman-temanku di luar negeri.
Aku lahir di Jamaika, jadi banyak teman-temanku di sana. Kamu tau?
*
Pemuda: Aku baru pindah ke London.
*
Kakek: Aku punya ribuan dan ratusan teman..
Aku punya banyak.. banyak teman di Facebook.

*
Anak laki-laki 1: Mungkin aku bisa duduk di sini bersamamu dan minum secangkir kopi?
Pemuda: Kamu suka kopi?
Anak laki-laki 1: Yeah.
Pemuda: Benarkah? Apa kesukaanmu?
Anak laki-laki 1: Coklat panas.
Pemuda: Coklat panas?
*
Anak perempuan 2: Mengapa tidak semua orang bisa menjadi teman?
Ibu: (tertawa) Itu pertanyaan bagus.
*
Ibu 2: Itu tidak semudah kelihatannya, sungguh.
*
Kakek: Aku tidak mungkin berjalan menghampiri seseorang di sini dan berkata,
'Maukah kamu bermain denganku?'
Itu sedikit aneh.
Anak perempuan 1: Aku pikir setiap orang harus berbicara pada semua orang.
Kakek:Itu adalah hal terindah yang aku dengar sepanjang hari ini.
*
Ibu 2: Kamu benar-benar membuat hariku lebih indah.
Semoga artikel ini menginspirasi kita untuk lebih terbuka lagi dengan orang lain dan bisa memiliki sebanyak mungkin teman.
Sumber: Fanpage Bored Panda