Sompop, seorang anak lelaki yang merasa bahwa ibunya tidak pernah
mencintainya dirinya. Padahal dia melakukan setiap hal demi membuat
bangga sang ibu, seperti menggambar sketsa wajah ibunda. Dari kecil
Sompop mempunyai bakat menggambar. Gambar yang dibuatnya cukup
diapresiasi oleh gurunya dan mendapat nilai yang baik. Namun ketika
diperlihatkan kepada ibunya, ibunya malah merespon dengan cuek.

Sompop merasa ibunya tidak pernah meluangkan waktu untuk dirinya.
“Aku tidak pernah mendapatkan kue ulang tahun seperti anak-anak lain”,
ucap Sompop. Setelah beranjak remaja, Sompop masih menekuni hobi
menggambarnya. Suatu hari ibunya memergoki Sompop berkumpul di luar
bersama teman-temannya.
Dengan keras ibunya menegur, “Sompop! Apa yang kamu lakukan di sini?
Mengapa kamu tidak mengerjakan tugas sekolahmu daripada berkumpul dengan
teman-temanmu di sini?
Apakah kamu menghabiskan uang yang ibu berikan setiap hari untuk
bermain games? Jangan berkata apapun! Apa kamu tidak peduli kepada ibu?
Dengarkan ibu!”
Rasa sakit hati Sompop semakin bertambah ketika ibunya salah mengerti
apa yang sedang dilakukan Sompop di sana. Dia bukan sedang bermain
games tetapi dia sedang menggambar. Sompop semakin merasa ibunya tidak
pernah mau mendengarkan dirinya. Sompop merasa dia hanya dilihat sebagai
anak nakal. Sompop sempat meminta dibelikan komputer tapi dengan
menolak karena mereka sudah banyak mengeluarkan uang.

Sompop yang kecewa atas jawaban ibunya meluapkan emosinya, “Ok, ibu
memang tidak pernah membelikan aku apapun. Ibu tidak pernah tahu apa
yang aku lakukan. Ibu hanya peduli dengan diri sendiri. Jadi, lebih baik
ibu tinggal sendiri!”
Karena belum mempunyai komputer sendiri, dia pun berusaha meminjam
kepada temannya untuk membuat sketsa yang nantinya akan menghasilkan
uang baginya. Sampai suatu hari, dia mendapat telepon yang membuat dia
menyesal selamanya. Ibunya telah dipanggil oleh Tuhan sebelum mereka
berbaikan dan meluruskan komunikasi yang menjadi kesalahpahaman mereka.
Sompop tidak pernah menyangka bahwa selama ini ibunya menderita
jantung koroner. Penyakit itu disembunyikan dari dirinya. Tanpa banyak
bicara, ibunya juga sudah menyiapkan segala kebutuhan keluarga. Untuk
biaya sewa rumah, asuransi dengan ahli waris sah Sompop, bahkan satu
gulung uang tabungan yang dikumpulkan untuk membeli komputer. Sompop
menyadari, dirinyalah yang hanya peduli akan diri sendiri tetapi ibu
yang telah memberi seluruhnya kepada dia bahkan di hari terakhir dalam
hidupnya.
Sumber : Youtube