Pada umumnya, kita mengira sebaiknya wanita melahirkan pada usia semuda mungkin. Apabila telah melebihi 35 tahun, pada dasarnya telah dikategorikan sebagai usia tua untuk hamil. Namun akhir-akhir ini, hasil dari salah satu penelitian London School of Economics and Political Science menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan oleh wanita berusia di antara 30-39 tahun kemungkinan lebih pandai daripada anak yang dilahirkan oleh wanita berusia 20 tahun-an.
Hasil analisa London School of Economics and Political Science terhadap18.000 bayi di Inggris menunjukkan bahwa anak yang terlahir dari wanita berusia 30-39 tahun lebih pandai daripada anak yang dilahirkan oleh wanita berusia 20 tahunan atau 40 tahunan. Pada saat yang bersamaan juga ditemukan, wanita yang melahirkan anak di atas usia 40 tahun mungkin akibat pengaruh usia maka cenderung lebih jarang bermain dengan anak mereka, sehingga anak muda kelebihan berat badan. Para peneliti menyatakan bahwa akibat situasi ekonomi masyarakat jaman sekarang, wanita yang baru melahirkan pada usia 30 tahun ke atas rata-rata memiliki pemasukan yang tetap, kehidupan yang sehat, sehingga anak-anak yang dilahirkan pun menunjukkan performa yang lebih gemilang. 
Hasil penelitian dari Inggris ini apakah sesuai bagi wanita Asia?
Tidak sedikit wanita melahirkan pada usia di antara 30-39 tahun. Asalkan pasutri keduanya memiliki kesehatan yang prima, fit untuk melahirkan, pada dasarnya tidak akan ditemukan masalah. Namun, ketika usia berada di atas 35 tahun, fungsi indung telur mulai mengalami penurunan, probabilitas terjadinya kelainan pada sel telur meningkat, alhasil kemungkinan keguguran, kematian janin (stillbirth) atau kelainan janin meningkat. Oleh karena itu, adalah sangat penting sekali bagi pasutri di dalam range usia tersebut yang hendak bersiap memiliki buah hati untuk melakukan pemeriksaan pra-kehamilan (pre-pregnancy check up).
Masalah sistem reproduksi wanita berusia 35 tahun ke atas:
Fungsi indung telur menurun
Fungsi indung telur akan semakin menurun pada wanita paruh baya. Kemungkinan akan sel telur mengalami kelainan semakin meningkat yang mengakibatkan probabilitas terjadinya kelainan janin pun turut meningkat.
penyakit kewanitaan
Seiring dengan bertambahnya usia, kemungkinan seorang wanita untuk mengidap penyakit kewanitaan pun meningkat, di antaranya: fibroid pada rahim, tumor pada indung telur, dan lainnya. Aneka penyakit kewanitaan ini dapat berpengaruh pada kehamilan.
Hasil penelitian dari Inggris ini membuat banyak wanita cukup terkejut, namun tampaknya kunci utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga mapan yang menyebabkan usia 30 tahun menjadi usia yang cocok untuk melahirkan anak.


Sumber: cerpen.co.id