Setiap insan manusia tentunya ditakdirkan untuk berpasangan dengan
lawan jenisnya. Kita tidak tahu kapan bertemu dengan jodoh kita dan
kapan kita harus berpisah dengan mereka. Kata - kata ini sering kita
dengar dan terwakilkan dari ilustrasi di bawah ini. Ilustrasi bagaimana
dua insan manusia bertemu dan harus berakhir dengan tangis.
Ilustrasi ini menggambarkan ketika ada seorang anak kecil laki - laki
yang terlihat kesepian dan tidak memiliki teman sama sekali. Dirinya
memutuskan untuk bermain sepak bola sendirian di taman. Ketika sampai di
taman, anak laki - laki ini melihat seorang anak perempuan yang sedang
di bully karena tidak mau memberikan permen kepada kelompok anak nakal.
Sang anak laki - laki berusaha menghardik mereka. Alih - alih
melindungi, sang anak laki - laki ini malah menjadi samsak tinju bagi
sang kelompok anak berandalan.

Anak berandalan itu pergi karena menanggap sudah puas memukuli sang
anak laki - laki. Tak disangka, sang anak perempuan ini membantu anak
laki - laki itu untuk bangkit. Beberapa hari kemudian, sang anak laki -
laki mengadakan acara ulang tahun. Namun, tidak ada yang datang karena
dia tidak memiliki teman dekat. Siapa sangka, sang anak perempuan yang
ditolongnya dulu datang ke acara ulang tahunnya dan memberikannya sebuah
kartu ucapan.
Mereka berdua berteman baik hingga menginjak dewasa. Mereka pun
merajut tali kasih antara satu sama lain hingga menuju ke jenjang
pernikahan. Sebagai tanda mereka sudah menikah, mereka membeli seekor
anjing untuk menemani mereka. Tak lama setelahnya, sang perempuan hamil.
Mereka berdua begitu senang. Namun, petaka datang. Sang perempuan harus
keguguran dan bayi yang sudah mereka tunggu - tunggu akhirnya harus
meninggal. Sempat frustasi, mereka pun memutuskan untuk mengadopsi
seorang anak.

Anak ini sangat lah penurut dan baik. Mereka hidup dengan tenang
hingga akhirnya, sang anjing yang sudah mereka pelihara sekian lama
harus tewas karena kecelakaan. Cobaan kembali datang ketika sang
perempuan harus terkena kanker. Bingung dengan biaya pengobatan yang
terus membengkak. Akhirnya sang laki - laki ini mencoba untuk mengikuti
sebuah kontrak militer yang mengharuskan dirinya pergi berperang.
Terdesak di tengah perang, sang laki - laki masih mengenang masa
kecilnya dulu. Masa ketika dirinya bertemu pertama kali dengan perempuan
yang akhirnya mengisi relung hatinya. Dirinya pun berkorban ketika
perang. Karena tidak ada biaya yang cukup, sang perempuan juga harus
meninggal. Hingga tersisalah satu orang anak yang mereka adopsi.
Meneruskan kehidupan yang sudah diberikan oleh ayah dan ibu angkatnya.
Sumber : Youtube