Minggu pagi, serangan bom mengguncang
kota Pahlawan, Surabaya. Tak tanggung-tanggung, tiga ledakan terjadi
sekaligus di tiga lokasi berbeda, yaitu Gereja Katholik Santa Maria Tak
Bercela di Jl. Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jl.
Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jl. Arjuna. Ketiga tempat
ibadah ini menjadi sasaran aksi terorisme yang menelan banyak korban,
yakni 18 korban tewas dan 43 lainnya luka-luka.
Peristiwa ini sungguh membuat negeri bersedih. Terlebih bagi mereka
keluarga korban yang ditinggalkan. Namun dari tragedi mengerikan ini,
terselip beberapa kisah haru dan heroik yang sungguh memberikan
inspirasi bagi kita.
1. Keceriaan kakak beradik Nathanael (8) dan Vincencius Evan (11) sudah tiada

Pagi berdarah terjadi di Gereja
Katholik Santa Maria Tak Bercela, terlebih bagi Wenny (47), ibu dari
kakak beradik Vincencius Evan (11) dan Nathanael (8) yang meninggal
dalam serangan bom. Evan lebih dulu tiada pada pukul 16.00 WIB setelah
melakukan operasi di RS Bedah Surabaya. Kemudian disusul sang adik
Nathanael pada pukul 20.12 WIB. Keduanya mengalami kritis dan luka
parah.
Susi, kerabat dari Wenny juga bercerita. Tiba di gereja, kedua kakak
beradik ini turun dari mobil dan bergandengan tangan berjalan menuju
gereja. Namun baru empat langkah, terdapat motor yang mencoba menerobos
masuk dari belakang mereka. Tak berselang lama, petaka pun datang dengan
ledakan bom yang melukai orang di sekitarnya, termasuk Evan bersama
Nathanael. Dan, kita sudah tak lagi bisa melihat keceriaan mereka ketika
bergandengan tangan.
2. Satpam Yesayas yang mencoba menghalangi pelaku bom di Gereja Kristen Indonesia

Yesayas,
satpam gereja Gereja Kristen Indonesia (GKI) mengalami luka parah
setelah menghalangi pelaku bom yang mencoba menerobos masuk. Pelaku
berjumlah 3 perempuan bercadar yang memaksa masuk, tapi Yesayas tetap
mengalahi hingga salah satu pelaku memeluknya dan bom pun meledak. Pria
45 tahun ini pun terpental dan meronta meminta tolong kepada orang lain
yang ada di sana. Tubuhnya dipenuhi dengan luka yang cukup parah,
akhirnya warga sekitar membawanya ke rumah sakit.
3. Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korbankan nyawanya demi keselamatan orang lain

Aksi
heroik lain juga dilakukan oleh Bayu, seorang Koordinator Relawan
Keamanan Gereja Santa Maria Tak Bercela. Ketika itu, Bayu mencoba
melakukan penghadangan kepada pengendara motor pelaku bom bunuh diri.
Karena hadangan inilah pelaku tak bisa masuk lebih dalam ke area gereja.
Namun kegagalan ini membuat pelaku langsung meledakkan diri.
Malangnya, Bayu harus kehilangan nyawa akibat terkena ledakan. Karena
aksinya ini, umat di dalam gereja pun akhirnya selamat. Tak bisa
dibayangkan apa yang akan terjadi jika tak ada Bayu dan pelaku berhasil
masuk. Atas hal ini, para warganet membanjiri lini masa media sosial
untuk berbelasungkawa kepada Bayu yang meninggalkan istri dan dua
anaknya bernama Aaron dan Alysia yang masih kecil.
Itulah tadi kisah haru dan heroik dari peristiwa ledakan bom di tiga gereja Surabaya.
Kejadian ini begitu menyayat hati dan membuat kita semua bersedih.
Bahkan, ledakan lain juga terjadi malamnya di Sidoharjo. Ini adalah
tindakan biadab, bahkan pelaku mengajak anak-anaknya dalam melakukan
aksi teror ini. Sungguh di luar batas kemanusiaan kita. Semoga aparat
segera menyelesaikan dan keluarga korban diberi kekuatan.
#PrayForSurabaya #PrayForIndonesia #KamiTidakTakut