Stok ASI perah (ASIP) untuk si kecil di rumah kian menipis, sementara
ibu harus bekerja. Hal ini seringkali membuat panik. Demi mengatasi
kepanikan tersebut, susu formula pun akhirnya dibeli dan diberikan.

Sebenarnya ketika stok ASIP menipis, jangan langsung mengandalkan
susu formula. Terapkan dulu power pumping yaitu teknik yang 'meniru'
frekuensi menyusui bayi saat growth spurt, di mana bayi menyusu lebih
sering dan lebih lama.
Hal tersebut meningkatkan keluarnya hormon prolaktin dari kelenjar
pituitary, sehingga meningkatkan produksi ASI. Teknik ini biasanya
digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada saat ibu mulai menurun
produksi ASInya.

Sebaiknya hal ini tidak dilakukan saat ibu sedang bekerja, karena
frekuensinya terhitung sangat sering. Coba lakukan saat libur di rumah.
Bukan hanya menyusui langsung tapi juga memompa ASI untuk stok.
Bagaimana caranya? Dokter Reisa Brotoasmoro memberikan triknya.
Presenter yang juga dokter ini memang rutin memerah ASI, karena setelah
melahirkan anak keduanya, ia mulai kembali aktif bekerja. Berikut
panduannya
- Pompa ASI selama 20 menit, lalu istirahat 10 menit
- Pompa ASI 10 menit, istirahat 10 menit, pompa lagi 10 menit
- Pompa ASI selama 10 menit, lalu istirahat 10 menit dan begitu seterusnya
- Minimal satu jam setiap hari selama 3 hari berturut-turut

Letakkan pompa di dekat ibu, setiap lihat pompa, pompalah ASI 5-10 menit. Lakukan hal ini setiap 45 menit
Di luar sesi power pumping ini, tetap lakukan pumping seperti biasa,
misalnya pompa 20 menit, tiap 3 jam. Menurut dr. Reisa hasil pada setiap
orang akan bervariasi.
"Ada yang hanya dalam 3 hari, ada pula yang baru merasakan efek yang
signifikan setelah 7 hari melakukan power pumping. Semoga berhasil yaa,"
ungkapnya.
Sumber: Parenting Dream