Kebanyakan orangtua sangat memanjakan anaknya apalagi ketika masih
kecil dan masih harus membutuhkan bantuan dari orang sekitarnya. Di
Indonesia sendiri masih banyak orangtua yang memperlakukan anak-anak
mereka kurang tepat. Tapi semuanya kembali kepada pola asuh
masing-masing orangtua karena anak pun akan bersikap tergantung dari
didikan orangtua.
Berbeda dengan kisah bocah lelaki yang tampan ini. Mungkin dia baru
masuk sekolah dasar, namun ibunya mendidik dia untuk mandiri tanpa
mengurangi kasih sayang kepada anaknya. Kisah ini dibuat berdasarkan
cerita nyata di Singapore. Seorang ibu bernama Sue yang telah berstatus
janda sedang berjuang untuk mempertahankan pekerjaannya sembari
meneruskan pendidikannya sehingga mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Kalian akan sulit percaya apa yang dilakukan bocah ini sehari-hari!
Memang ada perdebatan tentang cara mendidik ibu ini, namun di sisi lain
dia berhasil membentuk karakter anak yang baik sejak kecil. Setiap pagi,
anak ini berangkat sekolah sendiri dengan berjalan kaki. Selesai
sekolah, dia mengunjungi toko kecil untuk membeli minuman dingin.
Sesampainya di rumah, dengan sigap dia akan memasak telur ceplok tanpa
takut kena minyak.
Selesai makan, tak lupa dia mencuci peralatan makan yang telah
dipakai. Tidak berhenti sampai situ, dia mengepel lantai dan
membersihkan jendela! Kaget? Masih ada pekerjaan rumah yang menunggu
dia, mencuci pakaian. Dia lakukan semuanya dengan baik. Pekerjaan rumah
telah diselesaikan, dia baru mandi dan mengerjakan tugas sekolah. Ketika
ibunya pulang bekerja dia akan membantu membawakan barang bawaannya.
Dia juga membantu ibu memasak makan malam untuk mereka berdua.

Tanpa mengeluh, tanpa rewel, bocah ini mengerjakan semuanya dengan
rapi. Namun, anak ini menyimpan satu ketakutan yang masih belum hilang.
Mati lampu di malam hari membuat dia berteriak memanggil ibunya. “Mama
pikir kamu sudah tidak takut gelap.”
“Aku tidak suka tidur sendirian,” jelas bocah itu. “Dulu, mama pernah
bertanya padamu, apa kamu ingin saudara? Kamu jawab, tidak. Ingat?
Sekarang tidak ada pilihan lain, kamu terpaksa harus tidur sendiri.”
“Kalau saja papa masih hidup, hidup kita tentu berbeda,” keluh bocah
lelaki ini. Ibunya pun mengingatkan, “Apa kamu ingat ketika kamu menolak
mengendarai sepeda roda tanpa roda bantuan? Kamu begitu takut. Lalu
kamu lihat temanmu bisa mengendarinya tanpa rodda bantuan. Kamu mulai
belajar mengendarainya sendiri tanpa mama dan papa karena kamu ingin
seperti temanmu.
Setiap hari kamu membantu mama mengerjakan pekerjaan rumah dan
melakukan semuanya sendiri tanpa harus diminta. Mama tahu, suatu hari
anak mama akan mandiri. Kamu telah berani menghadapi ketakutanmu
sendiri. Jadi, jangan takut gelap, kamu harus menaklukkan rasa takutmu.
Sesuatu yang telah ditetapkan hatimu untuk dicapai,” ucap ibunya.
“Ketika semua orang bilang kepadamu, kamu tidak dapat melakukannya,
majulah dan buktikan bahwa mereka salah,” Olivia Su Yin Intaraprom.
Sumber : Vidsee