Sering kali kita menganggap enteng orang yang kita "tahu" memiliki
perasaan sama kita. Mungkin kita melakukan bermacam cara yang ujungnya
menyakiti orang tersebut, seperti jual mahal, atau acuh tak acuh dengan
perhatian yang ia berikan.

Demikianlah yang menimpa wanita ini. Ia baru sadar bahwa ia telah
kehilangan seorang lelaki baik yang mencintainya pada hari pernikahan
lelaki tersebut. Namun, penyesalan memang selalu datang terlambat.
Seperti inilah kisahnya!
==========================================================
Hari ini ada temen yang nangis ke aku bilang kalo cowok yang udah
ngejar dia dari lama, cowok yang pernah bikin dia terharu dan tersentuh,
hari ini menikah. Tiba-tiba denger kabar seperti itu, aku juga tidak
tahu harus bagaimana menghiburnya, juga tidak menemukan "alasan" untuk
menghiburnya.
Aku bilang sama temanku, "Orang udah tunggu kamu 5 tahun... Kalau dia nunggu lagi, udah umur berapa dia?"
Pas aku bilang begitu, ia tampak gagap, tidak tahu harus berkata apa, lalu meratap ke jendela.
"Tadi aku datang ke resepsinya. Pengantinnya cantik sekali. Lebih
cantik dari aku. Semua tamu yang datang pada liatin. Dia juga ganteng
pake jas, berdiri di atas panggung. Aku sama sekali ga pernah sadar kalo
dia ternyata semenarik itu."

Belum sempat aku ngomong, dia lanjut bilang, "Aku mengira aku tidak
pernah cinta sama dia. Aku mengira tidak peduli aku cinta padanya atau
tidak, dia akan terus berada di sisiku. Aku mengira dia akan selalu jadi
milikku. Terserah aku mau atau tidak."
"Tapi…. Pas aku lihat dia sama pengantinnya bertukaran cincin, hatiku
rasanya sakit sekali. Entah kenapa air mataku mengalir keluar. Pas
mereka ciuman, aku ga berani liat, aku buang muka."
"Saat itu aku baru sadar, yang paling menyakitkan bukanlah orang yang
kamu cintai tidak mencintaimu, tapi melainkan orang yang bertahun-tahun
mencintaimu, tiba-tiba membalikkan badan dan meninggalkanmu untuk
bersama orang lain."
"Ketika kamu melihat orang yang bilang kalau ia mencintaimu dan akan
selalu menunggumu itu mengenakan cincin ke jari orang lain, kamu bisa
dengar suara hatimu pecah."
Sambil nangis, ia terus menceritakan kisah dulu pas cowok itu masih
mengejarnya. Hal-hal yang kedengarannya bodoh sekali tapi sebenarnya
sungguh berharga.

"Dulu pas ia sedang menjalani wajib militer, telepon atau handphone
pun semua diblokir, tidak boleh dibawa masuk ke dalam posko militer. Dia
pun sembunyi-sembunyi, jalan jauh-jauh mencari telepon umum hanya untuk
meneleponku. Aku tidak tahu. Waktu itu sedang musim dingin, suhu hanya
-10 derajat, tapi cowok bodoh itu cuma demi nelpon aku, rela jalan
jauh-jauh di kondisi ekstrim cuma buat denger suaraku…... Aku malah ga
sabaran bilang, kurang kerjaan ngapain nelpon-nelpon?"
Temanku sekarang, walaupun sambil nangis sambil cerita, tapi wajahnya
tampak senyum bahagia. Dia bilang dia ga pernah sadar kalau cowok itu
memberikan perhatiannya pada cewek lain, hatinya akan begitu sakit.
Sebenarnya, aku sendiri pun tidak tahu, temanku sedih karena merasa
telah kehilangan "mainan" atau merasa kehilangan jodoh yang nyata-nyata,
adalah jodoh yang baik.
Semua orang hanya manusia biasa. Kalau sudah bertahun-tahun berusaha
sekuat tenaga mendapatkan hati seseorang namun tidak kunjung ada
hasilnya, walaupun niat masih ingin terus menunggu, dunia ini tidak akan
membiarkannya menunggumu. Waktu tidak menunggu orang."

Hargailah orang yang kamu tahu diam-diam menaruh perasaan padamu.
Jangan melukai atau melihat dengan sebelah mata, karena suatu hari
ketika ia benar-benar pergi, kamu akan sadar bahwa yang meninggalkan
kalian bukanlah dia, tapi "kamu" sendiri.
Sumber: cerpen.co.id