Dikira batu mulia, nyawa seorang sekuriti di perusahaan pertambangan
di Riau nyaris melayang. Ia menggosok-gosok granat yang ia temukan di
areal tambang. Granat berjenis nanas itu diperkirakan masih aktif.
Beruntung, sekuriti itu segera menyadari sebelum granat nanas itu
meledak. Ia langsung melaporkan temuannya kepada TNI yang akhirnya
diteruskan Polsek Ujung Batu, Rokan Hulu, untuk ditangani Brimob Polda
Riau.

"Sudah disterilkan setelah dimasukkan ke benda khusus oleh Tim
Penjinak Bom (Jibom) Brimob," kata Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris
Besar Polisi Muhammad Hasyim Risahondua SIK, Senin (23/4/2018) siang.
Hasyim menerangkan, dari hasil pensterilan, polisi menemukan dua buah
granat nanas. Satu granat ditemukan di lokasi penambangan berbeda
dengan waktu berbeda.
Penemuan terjadi ketika karyawan PT Batu Inti Perkasa (BIP) menyaring
batu hasil penambangan di Desa Ujung Batu Timur. "Ditemukan oleh
karyawan bernama Dedi. Dia yang menemukan keduanya di lokasi berbeda,"
kata Hasyim.
Karena bentuknya dinilai unik, Dedi menyerahkannya ke sekuriti.
Dikira benda ini punya nilai jual, sekuriti bernama Hendri membersihkan
dan menggosoknya memakai kain.
Setelah bersih, Hendri kaget karena benda tadi menyerupai nanas. Dia
pun langsung menduga itu adalah granat lempar dan melaporkannya ke
Babinsa Kopda Musriadi.
"Setelah dilihat, Kopda Musriadi melaporkannya ke unit Intelkam Polres," ucap Hasyim.
Mendapat laporan, polisi datang ke lokasi dan mengambil dua buah
granat tadi. Setelah dimasukkan ke ember berisi air, granat tadi dibawa
ke Polsek Ujung Batu.
Hasyim yang mendapat laporan berkoordinasi dengan Tim Jibom Satuan
Brimob Polda Riau. Ada empat anggota Jibom yang datang ke Polsek melihat
granat nanas tersebut.
Setelah dipastikan itu granat dan membahayakan jika meledak, tim
Jibom memasukkan ke alat khusus untuk disterilkan. Benda itu lalu dibawa
memakai mobil untuk dibawa ke Pekanbaru.
Langkah berikutnya, personel Polsek memasang garis polisi di lokasi
penemuan. Penyisiran dilakukan karena diduga masih ada granat lainnya di
lokasi penambangan tersebut.
"Setelah dicari hingga malam hari, hasilnya nihil lalu garis polisi
dicabut. Kalau ada karyawan menemukan benda serupa segera lapor ke
polisi karena membahayakan keselamatan," terang Hasyim.
Sumber : Line Today