Kisah mengharukan datang dari seorang anak bernama Siew Fang. Dia adalah seorang anak pertama dan kakak dari dua orang adiknya. Ia bekerja setiap pulang sekolah. Yang menyedihkan, ia hidup hanya bersama ayah dan adiknya. Selain sekolah, Siew Fang juga menjadi seorang ibu di dalam rumahnya. Ayahnya selama ini duduk di kursi roda. Siew Fang adalah anak yang berbakti, keluarga adalah nomor 1 baginya. Dalam kesibukannya, Siew Fang juga anak yang rajin. Ia adalah harapan ayahnya.
Suatu hari, hasil ujian Siew Fang dibagikan.
“Siew Fang, bagaimana hasil ujian sekolahmu?” Tanya ayahnya saat makan malam
“Tidak cukup baik, Yah”
“Kenapa? Ayah pikir kamu tiap malam belajar, kenapa nilainya ga bagus?”
Siew Fang pun mengakui bahwa dirinya selama ini bekerja

“Sebenarnya, aku mulai bekerja, Yah..” Lirih Siew Fang
Mendengar pernyataan dari putri kebanggaannya, lantas sang ayah pun marah besar
“Bekerja?!”
Alasan Siew Fang bekerja adalah untuk membantu kehidupan ekonomi keluarganya. Ayahnya marah besar dan mendiamkan Siew Fang berhari-hari. Ia tak mau makan dan diurusi oleh Siw Fang lagi. Baginya, tugas Siew Fang adalah belajar, bukan bekerja. Siew Fang pun sangat merasa sedih.
Hingga suatu hari, Ayahnya pergi ke kamar Siew Fang dan menemukan selembar kertas hasil ujiannya, tampak di sana nilai Siew Fang tidak ada yang jelek, semua nilainya A dan B. Ayahnya menangis dan menyesal karena telah memarahi Siew Fang, anaknya tak seburuk yang ia pikirkan walaupun ia harus membagi waktu untuk sekolah dan bekerja demi menambah pemasukan perekonomian keluarga.
Sungguh mengharukan kisah gadis dan anak ini. Betapa perjuangan seorang anak yang berbakti pada orang tuanya dan tak pernah menyerah dalam mencapai cita-citanya. Semoga menginspirasi!
Sumber: youtube