Sebagian masyarakat meyakini bahwa menggunakan bantal berbentuk huruf
U untuk bayi dapat membantu kepala bayi terbentuk bundar sempurna.
Hati-hati karena anggapan ini keliru. Hingga saat ini belum ada bukti
tentang manfaat bantal bagi bayi. Sebaliknya, para pakar justru
menganjurkan orang tua tidak menggunakan bantal apa pun untuk bayi
hingga berusia dua tahun.
Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna karena pengaruh proses
kelahiran atau alat bantu persalinan (seperti forsep). Kepalanya
membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal. Meski proses
kelahiran dapat berdampak kepada bentuk kepala bayi, sebenarnya tidak
ada yang perlu dikhawatirkan. Pada sebagian besar kasus, bentuk kepala
bayi dapat menjadi bundar sempurna seiring berjalannya waktu. Oleh
karena itu, tidak perlu menyiasatinya dengan bantal yang justru
membahayakan bayi.

Inilah alasan kenapa bantal bentuk huruf U atau bantal apa pun tidak baik untuk bayi:
#1 Bantal berpotensi mengundang bahaya sesak napas atau tersedak.
#2 Jika bantal robek, isi bantal bisa keluar. Jika sedikit saja isian
bantal keluar, lalu masuk ke mulut atau hidung bayi, menjadikan dirinya
berisiko mengalami tersedak.
#3 Jika bayi diletakkan di tengah bantal berbentuk U, bayi akan
kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi
ketika dia gumoh atau muntah. Kondisi ini berisiko membuat bayi tersedak
oleh muntahannya sendiri.
#4 Bantal juga dikaitkan dengan sindrom kematian mendadak pada bayi. Disebut pula dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome.

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi
SIDS merupakan kematian tidak terjelaskan yang biasanya terjadi
ketika bayi sedang tidur. Meski bayi terlihat sehat, dia bisa mengalami
SIDS. Fenomena ini terutama terjadi pada bayi berusia kurang dari
setahun. SIDS juga dikenal sebagai kematian boks bayi karena bayi sering
kali meninggal dalam boks mereka.
Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, SIDS dikaitkan
dengan abnormalitas pada porsi otak bayi yang mengontrol pernapasan dan
terbangun dari tidur. Teori lainnya mengungkapkan bahwa bayi dapat
memiliki risiko SIDS yang lebih tinggi bila tidur dengan posisi
tengkurap, khususnya bila bayi tidur di kasur yang lembut atau dengan
seprai, bersama boneka mainan, atau bahkan dengan bantal di dekat
wajahnya.
Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda
di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar mulut
bayi dan menjebak hembusan napas. Sebagai akibatnya, bayi menghirup
kembali hembusan napasnya. Kadar oksigen di dalam tubuhnya kemudian akan
menurun dan karbon dioksida akan terakumulasi. Akhirnya, kekurangan
oksigen dapat berkontribusi terhadap SIDS.

Tips Menggunakan Bantal
Berikut adalah beberapa hal yang orang tua perlu perhatikan terkait penggunaan bantal untuk bayi.
#1 Jauhkan semua bantal dari keranjang bayi pada malam hari atau ketika bayi sedang tidak diawasi.
#2 Bantal boleh digunakan untuk bayi tidur siang dengan catatan bahwa
Anda turut mengawasi. Bila Anda tidak mengawasinya, lebih baik jauhkan
bantal.
#3 Jika bayi tertidur dengan bantalnya, perlahan-lahan ambil bantal dengan lembut dan letakkan bayi di keranjangnya.
#4 Pilih bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi.
#5 Pilih bantal yang kecil dan kukuh dengan sarung yang halus.
#6 Jangan menggunakan bantal yang dihias dengan kancing, manik-manik, rumbai, atau dekorasi jahitan lainnya.
#7 Dianjurkan untuk tidak menggunakan bantal yang terbuat dari bahan
poliester karena kain poliester dapat menyebabkan iritasi. Utamakan yang
berbahan kain katun.
#8 Periksa secara rutin apakah kain bantal robek. Bila robek, singkirkan bantal tersebut.
#9 Bersihkan bantal secara rutin. Bantal dapat menjadi sarang kuman,
debu, keringat, sisa susu yang mengering, atau minyak bayi. Cuci bantal
sesuai dengan petunjuk perawatan dan pastikan benar-benar kering sebelum
digunakan.
#10 Jangan gunakan bantal jika Anda meletakkan bayi di dalam ayunan.
#11 Jika bayi Anda memiliki ruam pada kulitnya dan terus berkembang, periksakan dirinya ke dokter.
#12 Jangan memberi makan bayi Anda saat dia sedang berbaring di atas bantal. Suapi bayi dengan posisi seperti sedang menyusui.
Sebenarnya bayi berusia di bawah dua tahun tidak membutuhkan bantal
untuk membuatnya nyaman atau membantu kepalanya menjadi bundar sempurna.
Anda tidak perlu memaksakan menggunakan bantal untuk bayi. Di samping
itu, jika bayi Anda tidur bersama Anda, jangan lupa untuk menjauhkan
semua bantal atau guling.
Sumber : Alodokter