Tamy Gonzales mengalami cobaan berat saat kehamilannya berumur 17 minggu. Dia melakukan pemeriksaan USG dan menemui bayinya meniup gelembung aneh di dalam rahim.
“Apakah gelembung itu milik ku atau bayi ku?” Tanyanya pada dokter.

Dokter kemudian mengkonfirmasi bahwa itu adalah teratoma tumor mulut langka yang dapat berakibat fatal. Dokter pun menyarankan untuk aborsi. Namun Tamy Menolak dengan tegas. Iapun mencari informasi bagaimana cara menghentikan tumor tersebut.
“Aku mulai mencari tahu bagaimana menyelamtkannya.” Ungkap Tamy.
“Ini adalah perasaan paling mengerikan yang pernah Anda bayangkan, yang menguras tenaga fisik, emosional, mental saya,” kata Gonzalez.
Karena kegigihannya menolak aborsi akhirnya dia dirujuk ke Dr. Ruben Quintero di pusat terapi janin di rumah sakit memorial Jackson, Miami, Amerika Serikat.
Dokter pun melakukan prosedur operasi pada janin pertama di dunia, dengan cara endoskopi. Kamera dimasukan ke dalam rahim dan tumor kemudian dipotong menggunakan Laser. Operasi tersebut berjalan lancar.
1 Oktober 2010, bayi itu pun lahir dengan berat 4kg. Dia diberi nama Leyna Gonzales. Satu-satunya bekas operasi adalah luka kecil diujung mulutnya. Leyna tumbuh sebagai anak normal.
Wah, semangat wanita ini patut ditiru, selama ada kemauan di situ pasti ada jalan.


Sumber: Erabaru.net